PemerintahanSidoarjo

1.000 Yatim Camp Sidoarjo: Menyalakan Mimpi Anak-Anak yang Tak Boleh Kalah oleh Keadaan

×

1.000 Yatim Camp Sidoarjo: Menyalakan Mimpi Anak-Anak yang Tak Boleh Kalah oleh Keadaan

Sebarkan artikel ini
Kegiatan 1.000 Yatim Camp yang digelar Forum Daerah Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (FORDA LKSA) Kabupaten Sidoarjo itu dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana./ Foto : Fifin Jun.

KaMedia – Suara tawa dan semangat seribu anak yatim menggema di Bumi Perkemahan Tanjek Wagir, Kecamatan Krembung, Minggu (21/6/2026). Mereka datang bukan sekadar untuk berkemah, tetapi untuk meneguhkan mimpi dan membangun keyakinan bahwa masa depan tetap terbuka lebar meski hidup tak selalu berpihak.

Kegiatan 1.000 Yatim Camp yang digelar Forum Daerah Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (FORDA LKSA) Kabupaten Sidoarjo itu dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana. Sebanyak seribu anak yatim dari jenjang SD, SMP, SMA hingga anak-anak binaan LKSA se-Sidoarjo mengikuti perkemahan selama dua hari yang difokuskan pada pembinaan karakter, penguatan mental, serta pengembangan keterampilan dan kemandirian.

Di tengah tantangan kehidupan yang dihadapi para peserta, kegiatan ini hadir sebagai ruang harapan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama FORDA LKSA ingin memastikan anak-anak yatim tidak hanya mendapatkan perhatian, tetapi juga bekal mental untuk menatap masa depan dengan percaya diri.

Pembukaan kegiatan ditandai dengan penyematan tanda peserta kepada perwakilan anak yatim dan penyerahan bantuan transportasi secara simbolis oleh Wakil Bupati. Suasana semakin meriah dengan penampilan Tari Remo dari Yayasan Nurma Sidoarjo serta atraksi semaphore Pramuka yang disambut antusias para peserta.

Turut hadir Ketua DPRD Sidoarjo H. Abdillah Nasikh, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pembina LKSA, serta para pendamping peserta. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa anak-anak yatim tidak berjalan sendiri dalam meraih masa depan.

Dalam sambutannya, Mimik menegaskan bahwa 1.000 Yatim Camp bukan sekadar agenda tahunan atau kegiatan seremonial. Lebih dari itu, perkemahan ini menjadi ruang pembelajaran kehidupan yang mengajarkan keberanian, kemandirian, dan semangat untuk terus bermimpi.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang berkemah atau berkumpul bersama. Ini adalah ruang belajar kehidupan. Anak-anak belajar menjadi pribadi yang mandiri, berani bermimpi, saling membantu, dan memiliki kepercayaan diri untuk meraih cita-cita mereka,” ujarnya.

Mimik juga menyampaikan pesan yang menyentuh kepada seluruh peserta. Ia mengingatkan bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk menyerah, karena masa depan tidak ditentukan oleh kondisi hari ini, melainkan oleh semangat dan usaha yang terus diperjuangkan.

“Jangan pernah menyerah pada keadaan. Bisa jadi perjalanan hidup kalian tidak mudah, tetapi masa depan tidak ditentukan oleh keadaan hari ini. Masa depan ditentukan oleh semangat, doa, dan usaha yang kalian lakukan setiap hari,” katanya.

Di hadapan seribu anak yatim, Mimik mengajak mereka untuk terus belajar, menghormati orang tua dan guru, rajin beribadah, serta berani memasang cita-cita setinggi mungkin. Ia optimistis dari perkemahan tersebut akan lahir generasi-generasi hebat yang kelak memberi manfaat bagi masyarakat.

“Saya yakin, dari seribu anak hebat yang hadir hari ini akan lahir dokter, guru, pengusaha, ulama, bahkan pemimpin Kabupaten Sidoarjo di masa depan,” tegasnya.

Bagi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, perhatian terhadap anak yatim bukan sekadar bentuk kepedulian sosial. Ini adalah investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia. Sebab di tangan anak-anak itulah masa depan daerah dan bangsa akan ditentukan.

“Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan terus hadir memberikan perhatian bagi kesejahteraan anak-anak. Mereka adalah investasi terbesar bagi masa depan bangsa dan negara. Kami ingin memastikan mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan memiliki masa depan yang cerah,” pungkas Mimik.

Di tengah hiruk-pikuk perkemahan, pesan yang ingin disampaikan begitu jelas: anak-anak yatim tidak membutuhkan belas kasihan, melainkan kesempatan. Dan melalui 1.000 Yatim Camp, Sidoarjo sedang berupaya memastikan bahwa mimpi-mimpi besar mereka tetap menyala.