KaMedia — Pemadaman listrik yang melanda kawasan Stasiun Surabaya Gubeng sisi barat pada Jumat (19/6) sempat membuat suasana stasiun mendadak gelap. Lampu penerangan padam, aktivitas penumpang sempat terganggu, dan perhatian publik langsung tertuju pada salah satu simpul transportasi tersibuk di Jawa Timur itu.
Namun di tengah kondisi tersebut, satu hal dipastikan tidak ikut padam: operasional kereta api.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya menegaskan seluruh perjalanan kereta api tetap berjalan normal. Baik kereta jarak jauh maupun kereta lokal tetap melayani penumpang sesuai jadwal tanpa gangguan berarti.
Pemadaman listrik terjadi akibat terhentinya pasokan listrik dari PLN di wilayah tersebut. Kondisi itu membuat sebagian fasilitas penerangan stasiun tidak berfungsi. Meski demikian, KAI bergerak cepat dengan mengandalkan pasokan listrik cadangan dari genset yang telah disiapkan.
Pelaksana Harian Manager Humas Daop 8 Surabaya, Erlangga Budi Laksono, mengatakan fasilitas utama yang berkaitan dengan pelayanan penumpang tetap dapat beroperasi sehingga aktivitas naik dan turun penumpang berlangsung seperti biasa.
“Kendati demikian, beberapa fasilitas untuk layanan pengguna masih tetap beroperasi normal dengan pasokan aliran listrik dari fasilitas genset stasiun,” ujar Erlangga.
Insiden ini kembali menunjukkan betapa vitalnya sistem cadangan listrik di fasilitas publik. Saat penerangan utama padam, ribuan penumpang tetap membutuhkan kepastian bahwa perjalanan mereka tidak terganggu. Di tengah suasana yang sempat gelap, kereta tetap melaju dan layanan tetap berjalan.
KAI Daop 8 Surabaya mengimbau masyarakat untuk tidak panik apabila terjadi gangguan pasokan listrik di area stasiun. Penumpang juga diminta tetap waspada, berhati-hati saat beraktivitas, serta mengikuti arahan petugas demi menjaga keselamatan dan kelancaran pelayanan.
Meski sempat diselimuti kegelapan, Stasiun Gubeng membuktikan satu hal: listrik boleh padam, tetapi layanan transportasi tidak boleh berhenti.











