Gaya HidupHeadlineOlahragaSurabaya

Ngaji Soccer II di Masjid Al-Akbar, Saat Lapangan Hijau Menjadi Ruang Dakwah dan Persaudaraan

×

Ngaji Soccer II di Masjid Al-Akbar, Saat Lapangan Hijau Menjadi Ruang Dakwah dan Persaudaraan

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Badan Pelaksana Pengelola (BPP) MAS, H. Helmy M. Noor ( berdiri ) menegaskan, bahwa Ngaji Soccer bukan hanya tentang mengejar gol di lapangan, namun juga tentang membangun kolaborasi, mempererat silaturahmi, dan menguatkan nilai-nilai keagamaan di kalangan generasi muda / Foto : Humas MAS

KaMedia – Minggu pagi di kawasan Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya terasa berbeda. Di tengah semangat para santri yang bersiap mengenakan sepatu bola dan kostum olahraga, terdengar lantunan ayat suci Al-Qur’an yang mengawali kegiatan. Bukan sekadar latihan sepak bola, inilah “Ngaji Soccer II”, sebuah program unik yang memadukan olahraga, dakwah, dan persaudaraan dalam satu lapangan.

Sebanyak lebih dari 100 santri mengikuti program yang digagas Masjid Al-Akbar Surabaya (MAS) tersebut. Mereka datang dari berbagai latar belakang; ada ustaz, pelajar, mahasiswa, pekerja, hingga peneliti. Perbedaan profesi dan usia seakan melebur ketika mereka berkumpul dengan tujuan yang sama: menjaga kebugaran tubuh sekaligus memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

Sekretaris Badan Pelaksana Pengelola (BPP) MAS, H. Helmy M. Noor, menegaskan bahwa Ngaji Soccer bukan hanya tentang mengejar gol di lapangan.

“Ngaji Soccer bukan sekadar main bola. Ini tentang membangun kolaborasi, mempererat silaturahmi, dan menguatkan nilai-nilai keagamaan di kalangan generasi muda,” ujarnya.

Program yang berlangsung setiap Selasa malam itu diawali dengan khataman Al-Qur’an. Para peserta mendapat pembagian juz untuk dibaca selama sepekan, lalu bersama-sama menuntaskannya dalam khotmil Qur’an. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Asmaul Husna, kultum motivasi, pemanasan, dan akhirnya pertandingan sepak bola hingga larut malam.

Di sinilah keunikan Ngaji Soccer terasa. Sebelum kaki berlari mengejar bola, hati terlebih dahulu disegarkan dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Sebelum membangun strategi di lapangan, para peserta diajak membangun karakter dan akhlak.

Bagi Saladin, salah satu peserta, program ini menjadi jawaban atas kerinduannya untuk kembali aktif berolahraga sekaligus memperluas pergaulan.

“Saya senang karena bisa olahraga lagi dan bertemu banyak teman baru. Ada yang datang dari Mojokerto, Sidoarjo, dan daerah lain. Yang paling menarik, di sini tidak hanya sehat jasmani, tapi juga sehat rohani,” tuturnya.

Tagline yang diusung, “Sehat, Berakhlak, dan Bahagia”, bukan sekadar slogan. Di Ngaji Soccer, sepak bola menjadi media dakwah yang membumi. Lapangan hijau berubah menjadi ruang belajar tentang kebersamaan, disiplin, sportivitas, dan nilai-nilai keislaman.

Di tengah tantangan era digital yang kerap menjauhkan anak muda dari masjid, Ngaji Soccer menghadirkan pendekatan yang segar. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga rumah besar yang merangkul generasi muda dengan cara yang mereka sukai.

Di Al-Akbar Surabaya, setiap tendangan bola bukan hanya mengejar kemenangan. Ada doa yang dipanjatkan, persaudaraan yang dirawat, dan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih sehat, berakhlak, serta bahagia. Sebuah bukti bahwa dakwah bisa hadir dengan cara yang sederhana, menyenangkan, dan menyentuh hati.