KaMedia – Khofifah Indar Parawansa kembali menunjukkan keseriusannya mendorong pendidikan vokasi Jawa Timur menembus pasar kerja dunia. Sebanyak 1.790 siswa peserta magang kerja luar negeri dan alumni SMK sebagai pekerja migran resmi dilepas di SMKS Sore Tulungagung, Kamis (14/5).
Ribuan peserta tersebut berasal dari wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan. Mereka akan mengisi berbagai sektor industri di sejumlah negara, mulai dari Jepang, Korea Selatan, Jerman, Taiwan, Australia, hingga Uni Emirat Arab.
Pelepasan ini menjadi simbol kuat bahwa lulusan SMK Jawa Timur kini tak hanya siap bersaing di dalam negeri, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan industri global.
“Ini menjadi ikhtiar bersama agar lulusan SMK Jawa Timur mampu menjawab kebutuhan dunia industri global,” kata Khofifah.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Timur, dari total 1.790 peserta, sebanyak 1.067 orang merupakan siswa kelas XII dan XIII yang mengikuti program magang kerja luar negeri. Sementara 723 lainnya adalah alumni SMK yang telah bekerja sebagai pekerja migran di berbagai negara.
Jepang masih menjadi negara tujuan favorit dengan total 1.216 peserta, disusul Korea Selatan sebanyak 460 orang. Negara tujuan lainnya meliputi Malaysia, Singapura, Taiwan, Australia, Tiongkok, Arab Saudi, Brunei Darussalam, Bulgaria, hingga Thailand.
Dari sisi daerah asal, Kabupaten Tulungagung menjadi penyumbang peserta terbanyak dengan 898 orang. Disusul Trenggalek sebanyak 54 peserta dan Pacitan 15 peserta.
Khofifah menegaskan, tingginya minat dan penyerapan tenaga kerja lulusan SMK Jatim di luar negeri membuktikan kualitas pendidikan vokasi di Jawa Timur semakin diperhitungkan dunia internasional.
“SMK di Jawa Timur tidak hanya mencetak lulusan siap kerja di dalam negeri, tetapi juga menjadi penyuplai talenta vokasi untuk pasar kerja internasional,” ujarnya.
Para peserta nantinya akan bekerja di berbagai sektor strategis dunia, seperti manufaktur, teknologi, konstruksi, logistik, kesehatan, perhotelan, hingga pertanian modern. Bahkan, menurut Khofifah, beberapa negara saat ini sangat membutuhkan tenaga kerja terampil dari Indonesia.
Ia mencontohkan Jerman yang membutuhkan tenaga ahli pengelasan bawah laut, sementara Jepang membuka peluang besar di sektor pertanian dan industri.
Karena itu, Khofifah meminta para siswa dan alumni SMK terus meningkatkan kompetensi, disiplin, serta kemampuan bahasa asing agar mampu bersaing secara global.
“Selain membawa rezeki, bawa pulang ilmunya karena kalian adalah pahlawan devisa. Jaga nama baik Bangsa Indonesia,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga memberikan apresiasi kepada kepala sekolah dan guru yang dinilai berhasil membentuk lulusan SMK berdaya saing internasional.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan vokasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga pembentukan karakter, etos kerja, dan mental tangguh para siswa.
“Kepala sekolah dan guru telah menyiapkan murid yang go global dengan tetap menjadi figur yang menjaga nama bangsa Indonesia di kancah global,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menyebut tingginya penyerapan lulusan SMK Jatim di pasar kerja internasional menjadi bukti nyata kualitas pendidikan vokasi yang terus diperkuat Pemprov Jatim.
“Ini menjadi kebanggaan dan bukti bahwa kualitas pendidikan vokasi Jawa Timur semakin berkualitas dan bermutu,” kata Aries.
Ia menambahkan, peluang kerja global bagi lulusan SMK masih terbuka sangat lebar, terutama bagi mereka yang memiliki kompetensi kuat dan etos kerja yang baik.
“Kepercayaan dunia industri internasional harus dijaga dan tunjukkan lulusan SMK bisa dan hebat,” pungkasnya.











