KaMedia – Suasana haru dan khidmat menyelimuti Pendapa Kabupaten Sidoarjo, Selasa (5/5/2026) pagi. Ratusan jemaah calon haji bersama keluarga mereka larut dalam momen perpisahan, mengiringi keberangkatan menuju Tanah Suci. Sebanyak 490 jemaah yang tergabung dalam Kloter 55 dan 56 resmi diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.
Tangis bahagia pecah di antara pelukan keluarga. Doa-doa lirih dipanjatkan, mengiringi langkah para tamu Allah yang akan menunaikan rukun Islam kelima. Sebagian jemaah tampak menggenggam erat tangan keluarga, seolah ingin menyimpan momen sebelum berpisah dalam waktu yang tidak singkat.
Pelepasan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah haji, terutama menghadapi perbedaan cuaca ekstrem antara Indonesia dan Arab Saudi.
“Cuaca di sana jauh lebih panas. Jaga kesehatan, atur pola makan, dan istirahat yang cukup agar ibadah bisa berjalan lancar,” pesannya di hadapan para jemaah.
Tak hanya itu, Mimik juga menitipkan harapan sederhana namun penuh makna. Ia meminta para jemaah untuk turut mendoakan Kabupaten Sidoarjo agar senantiasa diberikan keberkahan, kemajuan, dan dijauhkan dari berbagai musibah.
“Saya juga meminta para jemaah untuk mendoakan Kabupaten Sidoarjo tercinta,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memastikan seluruh proses keberangkatan berjalan tertib dan nyaman. Berbagai fasilitas pendukung telah disiapkan secara maksimal, mulai dari armada transportasi yang layak, pengawalan keamanan, hingga layanan kesehatan bagi para jemaah.
Petugas medis turut disiagakan untuk memastikan kondisi kesehatan jemaah tetap terpantau sejak awal keberangkatan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang akan menunaikan ibadah haji.
Keberangkatan Kloter 55 dan 56 ini sekaligus menambah jumlah jemaah asal Sidoarjo yang telah diberangkatkan lebih awal. Pada hari yang sama, sebanyak 749 jemaah dari Kloter 53 dan 54 telah lebih dulu tiba di Asrama Haji Sukolilo.
Dengan demikian, gelombang keberangkatan jemaah haji dari Sidoarjo berlangsung secara bertahap dan terkoordinasi, memastikan seluruh proses berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Setibanya di Asrama Haji Sukolilo, para jemaah akan menjalani serangkaian proses administrasi, termasuk pemeriksaan dokumen dan finalisasi manifes penerbangan. Tahapan ini menjadi pintu akhir sebelum mereka benar-benar bertolak ke Arab Saudi.
Sesuai jadwal, seluruh jemaah Kloter 55 dan 56 akan diberangkatkan ke Tanah Suci melalui Bandara Internasional Juanda, Surabaya, pada Rabu (6/5/2026).
Bagi sebagian jemaah, momen ini adalah penantian panjang yang akhirnya terwujud. Bertahun-tahun menabung, menjaga niat, dan menunggu antrean, kini berganti dengan rasa syukur yang mendalam.
Salah satu jemaah, Danus (53), warga Kecamatan Prambon, mengaku telah mempersiapkan diri jauh-jauh hari. Selain melengkapi kebutuhan administrasi, ia juga fokus menjaga kebugaran tubuh agar siap menjalani rangkaian ibadah yang cukup menguras tenaga.
“Saya rutin berolahraga, salah satunya bersepeda. Itu untuk melatih stamina supaya tidak kaget saat di sana,” ungkapnya.
Menurutnya, ibadah haji bukan hanya soal kesiapan spiritual, tetapi juga kekuatan fisik. Oleh karena itu, menjaga kesehatan menjadi prioritas utama sebelum berangkat.
Terkait isu konflik di kawasan Timur Tengah yang sempat menjadi perhatian publik, Danus memilih untuk tidak terpengaruh. Ia menyerahkan sepenuhnya urusan tersebut kepada pihak yang berwenang dan tetap fokus pada tujuan utamanya: beribadah.
“Soal konflik bukan wewenang saya. Saya dan istri hanya fokus berangkat dengan mengucap bismillah,” katanya mantap.
Keberangkatan jemaah haji selalu menjadi momen yang sarat makna bagi masyarakat Sidoarjo. Bukan hanya perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi juga perjalanan spiritual yang penuh harapan, doa, dan keikhlasan.
Bagi keluarga yang ditinggalkan, rasa haru bercampur bangga menjadi satu. Mereka melepas orang-orang tercinta dengan doa agar diberi kesehatan, kelancaran ibadah, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.
Sementara itu, bagi para jemaah, perjalanan ini adalah panggilan suci yang tidak semua orang berkesempatan merasakannya. Setiap langkah menuju Tanah Suci menjadi simbol pengabdian dan ketaatan kepada Sang Pencipta.
Gelombang keberangkatan yang terus berlangsung ini menjadi bukti bahwa semangat masyarakat Sidoarjo untuk menunaikan ibadah haji tetap tinggi. Dengan persiapan matang dan dukungan penuh dari pemerintah, diharapkan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali dalam keadaan sehat.
Di tengah lantunan doa dan air mata perpisahan, satu harapan besar menggema: semoga perjalanan ini menjadi awal dari keberkahan, tidak hanya bagi para jemaah, tetapi juga bagi Kabupaten Sidoarjo yang mereka cintai.











