HeadlineOlahragaSurabaya

Tak Sekadar Podium! Basket Unesa Cetak Sejarah Juara 3, Lahirkan Pelatih Muda hingga Analis Masa Depan

×

Tak Sekadar Podium! Basket Unesa Cetak Sejarah Juara 3, Lahirkan Pelatih Muda hingga Analis Masa Depan

Sebarkan artikel ini
Tim basket putra Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali menegaskan eksistensinya di kancah olahraga kampus. Dalam ajang Campus League Regional Surabaya yang digelar di GOR Basket Internasional Unesa, Rabu (29/4/2026), tim kebanggaan kampus ini sukses mengamankan posisi ketiga / Foto : Humas Unesa.

KaMedia – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan tim basket putra Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Dalam ajang Campus League Regional Surabaya, skuad Unesa sukses mengamankan posisi juara 3 usai tampil solid sepanjang turnamen yang digelar di GOR Basket Internasional Unesa, Rabu (29/4/2026).

Namun, capaian ini bukan sekadar soal podium. Di balik keberhasilan tersebut, Unesa menunjukkan wajah lain: kampus yang serius membangun ekosistem olahraga modern berbasis ilmu pengetahuan dan regenerasi sumber daya manusia.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, dan TIK Unesa, Dwi Cahyo Kartiko, menegaskan bahwa kampusnya tidak hanya memburu kemenangan, tetapi juga memperkuat fondasi sport science dan pembinaan atlet secara menyeluruh.

“Kalau sport science berjalan beriringan dengan kompetisi, kualitas atlet dan marwah Campus League akan tumbuh semakin profesional,” ujarnya.

Keunikan tim basket Unesa justru terlihat dari “dapur” mereka. Pembina UKM Basket Unesa, Billy Emir Rizkanto, menyebut keberhasilan ini merupakan hasil dari pembinaan berbasis praktik langsung mahasiswa.

Seluruh elemen tim, mulai dari pelatih, analis performa, hingga manajemen diisi oleh mahasiswa aktif lintas program studi. Mereka tidak hanya belajar di kelas, tetapi benar-benar “turun gelanggang”.

“Yang menarik bukan hanya juara 3, tapi bagaimana tim ini dikelola mahasiswa sendiri. Mereka belajar memimpin, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab dalam kompetisi besar,” jelasnya.

Salah satu cerita paling mencuri perhatian datang dari bangku pelatih. Tim putra Unesa ditangani mahasiswa semester 6 berusia 21 tahun, sebuah bukti nyata kepercayaan kampus dalam mencetak pelatih muda sejak dini.

Di tangan generasi muda ini, tim mampu tampil kompetitif hingga akhirnya mengunci kemenangan 51-45 di laga penentuan posisi ketiga.

Lebih dari sekadar hasil akhir, Campus League musim perdana menjadi panggung pembuktian bahwa kampus bisa menjadi kawah candradimuka atlet sekaligus profesional olahraga masa depan.

Dengan dukungan fasilitas sport science modern, mulai dari analisis performa hingga fisioterapiUnesa menegaskan posisinya sebagai “Rumah Para Juara” yang tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga membangun sistem olahraga berkelanjutan.

Prestasi ini pun menjadi sinyal kuat: dari Surabaya, lahir bukan hanya pemain hebat, tetapi juga pelatih, analis, dan pemimpin olahraga menuju Indonesia Emas 2045.