KaMedia – Pagi itu, langkah-langkah kecil penuh rasa ingin tahu memenuhi halaman PT PLN (Persero) di Gardu Induk Banaran, Kediri. Sebanyak 75 siswa dari MI Alam Succes School Center Kediri datang bukan sekadar untuk berkunjung, melainkan untuk melihat langsung “jantung” aliran listrik yang selama ini hanya mereka kenal dari sakelar di rumah.
Di balik seragam rapi dan wajah-wajah ceria, tersimpan rasa penasaran yang besar.
“Listrik itu jalannya dari mana?” celetuk salah satu siswa, matanya berbinar saat memandang deretan peralatan besar yang berdiri kokoh.
Bagi mereka, gardu induk bukan lagi sekadar istilah dalam buku pelajaran, melainkan ruang nyata yang penuh cerita.
Petugas dari PLN UIT Jawa Bagian Timur dan Bali dengan sabar mengajak mereka menyusuri area gardu. Penjelasan tentang transformator, pemutus tenaga, hingga sistem proteksi disampaikan dengan bahasa sederhana, sesekali diselingi tanya jawab yang memancing antusiasme. Tangan-tangan kecil terangkat, berebut ingin bertanya, seolah tak ingin melewatkan kesempatan langka itu.
Namun di balik keseruan, ada pelajaran penting yang terus ditekankan, keselamatan. Sebelum memasuki area, para siswa diajak memahami aturan dasar menjaga jarak, tidak menyentuh peralatan, dan selalu mengikuti arahan petugas. Bagi mereka, ini bukan sekadar aturan, tetapi bekal awal untuk memahami bahwa listrik, meski bermanfaat, juga menyimpan potensi bahaya.
Seorang guru pendamping tampak tersenyum melihat siswanya begitu aktif. Ia menyadari, pengalaman langsung seperti ini tidak tergantikan oleh teori di kelas. Anak-anak tidak hanya belajar bagaimana listrik disalurkan, tetapi juga mengapa harus bijak dalam menggunakannya.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya PT PLN (Persero) untuk mendekatkan dunia ketenagalistrikan kepada generasi muda. General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, menegaskan bahwa membuka ruang belajar seperti ini adalah investasi jangka panjang.
“PLN berkomitmen untuk terus membuka ruang pembelajaran bagi generasi muda guna meningkatkan literasi kelistrikan serta mendukung terciptanya masyarakat yang sadar energi dan keselamatan,” ujarnya.
Menjelang siang, kunjungan itu pun usai. Namun bagi para siswa, pengalaman hari itu kemungkinan akan tinggal lebih lama. Mereka pulang bukan hanya membawa cerita, tetapi juga pemahaman baru, bahwa di balik cahaya lampu yang sederhana, ada sistem besar yang bekerja dengan penuh kehati-hatian.
Dari Gardu Induk Banaran, anak-anak itu belajar satu hal penting: listrik bukan hanya tentang terang, tetapi juga tentang tanggung jawab.











