EkonomiPemerintahanPolitikSurabaya

DPRD Surabaya Turun ke Pasar, Pastikan Stok Bapokting Aman Jelang Akhir Ramadhan

×

DPRD Surabaya Turun ke Pasar, Pastikan Stok Bapokting Aman Jelang Akhir Ramadhan

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi B DPRD Surabaya Budi Leksono melihat langsung kondisi bahan pokok penting di pasar tradisional menjelang Hari Raya Idul Fitri / Foto : Istimewa.

KaMedia – Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadhan dan semakin dekatnya Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, perhatian terhadap ketersediaan bahan pokok menjadi hal yang sangat penting bagi masyarakat. Kebutuhan yang meningkat pada periode ini kerap memicu kekhawatiran terkait stok dan harga bahan pangan di pasaran. Untuk memastikan kondisi tetap stabil, anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono, turun langsung ke pasar tradisional guna melakukan pemantauan secara menyeluruh.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi riil di lapangan. Pada 11 Maret 2026, Budi Leksono, Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya melakukan inspeksi langsung di salah satu pasar tradisional di Kota Surabaya. Ia tidak hanya meninjau kondisi stok barang, tetapi juga berdialog dengan para pedagang dan pembeli untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai situasi yang terjadi menjelang hari besar keagamaan tersebut.

Dalam pemantauan tersebut, berbagai komoditas bahan pokok menjadi fokus utama. Beberapa di antaranya adalah beras, minyak goreng, gula, telur, daging, cabai, bawang, tepung serta aneka sayuran dan buah-buahan. Komoditas-komoditas ini merupakan kebutuhan utama masyarakat yang permintaannya cenderung meningkat selama bulan Ramadhan hingga menjelang Lebaran.

Budi Leksono menjelaskan bahwa secara umum kondisi persediaan bahan pokok di Surabaya masih dalam keadaan aman dan mencukupi. Ia menegaskan bahwa hasil pemantauan di lapangan menunjukkan tidak adanya kekurangan stok yang signifikan. Hal ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang tengah mempersiapkan kebutuhan untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Selain memastikan ketersediaan stok, pemantauan ini juga bertujuan untuk mengamati perkembangan harga di pasaran. Dari hasil dialog dengan para pedagang, diketahui bahwa sebagian besar harga bahan pokok relatif stabil. Beberapa komoditas hanya mengalami kenaikan harga yang tipis, berkisar antara Rp500 hingga Rp1.000. Kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan tidak terlalu membebani masyarakat.

Namun demikian, terdapat satu komoditas yang mengalami kenaikan harga cukup signifikan, yaitu daging. Berdasarkan laporan dari para pedagang, harga daging mengalami kenaikan sekitar Rp10.000 per kilogram. Kenaikan ini dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat yang biasanya terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri. Meski demikian, kondisi ini masih dianggap terkendali dan tidak menimbulkan gejolak besar di pasar.

Dalam kesempatan tersebut, Budi Leksono juga menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan distribusi bahan pokok. Ia berharap kegiatan monitoring seperti ini dapat menjadi langkah antisipatif untuk mencegah terjadinya kelangkaan maupun lonjakan harga yang tidak wajar. Dengan adanya pengawasan langsung, pemerintah dapat segera mengambil tindakan jika ditemukan permasalahan di lapangan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kelancaran distribusi menjadi kunci utama dalam menjaga ketersediaan bahan pokok. Oleh karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah, distributor, dan pedagang harus terus ditingkatkan. Dengan sistem distribusi yang baik, kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara merata tanpa adanya hambatan berarti.

Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam berbelanja. Tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying, karena hal tersebut justru dapat memicu ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan barang. Dengan pola konsumsi yang wajar, stabilitas pasar dapat tetap terjaga.

Kegiatan pemantauan ini juga mendapat respons positif dari para pedagang. Mereka merasa diperhatikan dan didukung oleh pemerintah dalam menjaga kestabilan usaha mereka. Para pedagang berharap pemerintah terus melakukan pengawasan rutin, terutama pada momen-momen penting seperti bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.

Di sisi lain, masyarakat juga merasa lebih tenang dengan adanya jaminan dari pemerintah bahwa stok bahan pokok dalam kondisi aman. Hal ini tentu memberikan rasa nyaman bagi warga yang sedang mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk merayakan hari kemenangan bersama keluarga.

Dengan adanya pemantauan langsung seperti ini, diharapkan pemerintah dapat lebih cepat dalam merespons berbagai potensi permasalahan yang mungkin terjadi. Baik itu terkait ketersediaan stok, kenaikan harga, maupun hambatan distribusi. Langkah ini juga menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok.

Secara keseluruhan, kondisi pasar tradisional di Surabaya menjelang akhir Ramadhan masih berada dalam situasi yang terkendali. Ketersediaan bahan pokok mencukupi, harga relatif stabil, dan distribusi berjalan dengan lancar. Meski terdapat kenaikan harga pada beberapa komoditas seperti daging hal tersebut masih dalam batas yang dapat ditoleransi.

Dengan kondisi ini, masyarakat diharapkan dapat menjalani ibadah puasa hingga merayakan Idul Fitri dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap kebutuhan pangan. Pemerintah pun akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan agar stabilitas ini dapat terus terjaga hingga setelah hari raya. (ADV)