KaMedia – PT Jasamarga Surabaya Mojokerto (PT JSM) memprediksi lonjakan volume kendaraan di ruas Tol Surabaya–Mojokerto selama periode mudik dan balik Lebaran 2026. Kenaikan lalu lintas diperkirakan mencapai 35 persen dibandingkan kondisi normal.
Prediksi tersebut disampaikan Direktur Utama PT JSM, D. Hari Pratama, saat memimpin Apel Terpadu Jasa Marga Siaga Operasional Libur Idul Fitri 1447 H/2026 di Surabaya, Rabu (11/3).
Menurutnya, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada Sabtu, 21 Maret 2026, sementara puncak arus balik diprediksi berlangsung pada Selasa, 24 Maret 2026. Secara keseluruhan, periode siaga Lebaran berlangsung selama 21 hari, mulai 11 hingga 31 Maret 2026.
“Selama periode operasional Lebaran tahun ini diperkirakan terjadi peningkatan volume lalu lintas sebesar 35 persen dari kondisi normal, atau naik 1,6 persen dibandingkan periode Idul Fitri tahun lalu,” ujar Hari.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, PT JSM menyiapkan sejumlah langkah di berbagai sektor layanan.
Di pelayanan transaksi, perusahaan menambah 23 petugas siaga, menyediakan 400 kartu uang elektronik, serta mengoptimalkan lajur Oblique Approach Booth (OAB) di gerbang tol.
Di pelayanan lalu lintas, PT JSM menyiapkan 3 petugas siaga tambahan, menambah 1 unit Mobile Dynamic Message Sign (DMS) dan 3 kamera CCTV, serta memperkuat rambu dan skenario penanganan gangguan lalu lintas.
Sementara di bidang pemeliharaan jalan, PT JSM memastikan kondisi jalan tetap prima dengan menyiagakan tim patching, kebersihan, siaga longsor, dan siaga genangan air.
Kesiapan juga dilakukan di dua rest area ruas Surabaya–Mojokerto dengan menambah personel kebersihan, keamanan, serta petugas pengatur lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan.
PT JSM mengimbau pengguna jalan untuk mematuhi rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas, serta memastikan saldo uang elektronik dan bahan bakar mencukupi sebelum memasuki jalan tol.











