KaMedia – Ramadan selalu membawa cerita tentang berbagi. Di sudut-sudut kota, antrean warga untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjadi pemandangan yang akrab. Namun tahun ini, ada cerita yang sedikit berbeda dari program yang dihadirkan oleh PT PLN (Persero) melalui PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur.
Melalui program “Terang Berkah Ramadan 2026”, perusahaan listrik negara itu tidak hanya menghadirkan bazar sembako murah bagi masyarakat, tetapi juga menjadikan setiap paket sembako sebagai jalan untuk menghadirkan listrik bagi warga prasejahtera serta fasilitas publik.
Di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga selama Ramadan, program ini menyediakan 1.200 paket sembako murah yang berisi 5 kilogram beras, 1 liter minyak goreng, dan 1 kilogram gula pasir. Paket tersebut dijual dengan harga terjangkau agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok mereka.
Namun, yang membuat program ini berbeda adalah tujuan di baliknya. Dana hasil penjualan sembako tidak berhenti sebagai transaksi jual beli, melainkan dialihkan untuk membantu penyambungan listrik baru dan tambah daya listrik bagi masyarakat yang membutuhkan.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, mengatakan bahwa Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Melalui program Terang Berkah Ramadan ini, PLN ingin menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan pokok melalui sembako murah, tetapi juga memberikan akses listrik bagi fasilitas umum dan masyarakat prasejahtera sehingga dapat mendukung aktivitas sosial dan ekonomi mereka,” ujarnya.
Dari penjualan seluruh paket sembako tersebut, terkumpul dana sekitar Rp84 juta. Dana ini kemudian digunakan untuk membantu 70 penyambungan listrik baru serta 1 tambah daya listrik bagi fasilitas publik dan rumah tangga prasejahtera.
Bantuan tersebut menyasar berbagai fasilitas yang memiliki peran penting bagi masyarakat, seperti sekolah, pondok pesantren, rumah ibadah, hingga rumah warga yang selama ini masih kesulitan mengakses listrik.
Bagi masyarakat kecil, program semacam ini bukan sekadar bantuan sosial, tetapi juga bisa berdampak langsung pada kehidupan ekonomi mereka.
Hal itu dirasakan oleh Sulistyorini, warga Tambaksari di Surabaya yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online. Baginya, harga kebutuhan pokok yang semakin meningkat sering kali menjadi tantangan tersendiri, terutama menjelang Ramadan.
“Dengan adanya bazar murah ini sangat membantu sekali untuk masyarakat kecil seperti saya. Terima kasih PLN,” katanya.
Cerita serupa juga datang dari Dita Saraswati, warga Surabaya lainnya yang ikut memanfaatkan bazar sembako tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya membantu masyarakat secara ekonomi, tetapi juga menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap kebutuhan warga.
“Terima kasih kepada PLN telah menyediakan sembako murah. Harapan ke depan PLN terus memberikan pelayanan cepat dan tanggap kepada masyarakat,” ujarnya.
Di balik pelaksanaan program ini, terdapat kolaborasi berbagai pihak. Kegiatan tersebut melibatkan Yayasan Baitul Maal PLN sebagai pelaksana kegiatan, para relawan dari Srikandi PLN, serta dukungan dari Kodam V/Brawijaya.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa program sosial dapat memberikan dampak lebih luas ketika dijalankan secara bersama-sama.
Lebih dari sekadar kegiatan Ramadan, program ini juga menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan menghadirkan akses listrik bagi warga dan fasilitas publik, PLN juga ikut berkontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Di tengah hiruk-pikuk kota Surabaya, kisah sederhana dari bazar sembako murah ini menunjukkan bahwa sebuah program sosial bisa memiliki dampak yang lebih luas. Dari satu paket sembako yang dibawa pulang warga, lahir harapan baru: terangnya lampu di rumah-rumah yang sebelumnya masih gelap, sekaligus peluang ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat kecil.











