KaMedia – APBD Kota Surabaya tahun 2026 telah disepakati dan disahkan oleh DPRD. Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Aning Rahmawati, mengatakan bahwa dalam APBD tahun 2026 muncul adanya pembiayaan alternatif senilai 1,595 T sekaligus juga ruang fiskal yang cukup besar senilai 3,9 T diluar belanja wajib.
Menurut Aning, ini memberikan keleluasaan di APBD 2026 untuk memberikan perhatian yang serius pada pembangunan infrastruktur yang masih menyisakan PR besar. Pengendalian banjir mendapatkan porsi yang cukup besar, yaitu 1,1 T yang diharapkan mampu mengatasi titik-titik banjir yang di tahun-tahun sebelumnya selalu mengalami rasionalisasi.
“Saluran dan rumah pompa Medokan Semampir senilai 65 M yang bisa menyelesaikan banjir di 4 kelurahan (Semolowaru, Medokan Semampir, Menur, dan Manyar),” ucap Aning, Jumat ( 28/11/2025).
Aning juga menekankan pentingnya inovasi dan penggunaan aplikasi untuk pengerukan/normalisasi sehingga setiap hari bisa dijadwalkan normalisasi tepat waktu di saat musim kemarau. Selain itu, sarpras untuk pengerukan juga perlu dievaluasi baik alat berat maupun ringan, baik itu ketersediaannya maupun kualitasnya.
APBD 2026 juga berupaya maksimal menyelesaikan hak dasar berupa papan bagi warga kota Surabaya. Jika di tahun 2025 ada 2069 rumah tidak layak huni yang dibangun kembali, maka pada tahun 2026 ini alokasi naik menjadi 2420 rumah yang akan dibongkar dan diperbaiki agar rakyat Surabaya nyaman, sehat, dan hidup dengan hunian yang layak.
Transportasi publik kota Surabaya juga mendapatkan perhatian serius di APBD 2026, dengan anggaran transportasi publik yang biasanya berkisar 0,3 s.d 0,7% dari APBD kini naik 1,6% atau 213 M.
Pengelolaan sampah kota Surabaya juga menjadi fokus, dengan APBD 2026 menjawab tantangan pengelolaan sampah dengan menggunakan inovasi bak komposter, akan dibagikan 1600 bak komposter di setiap RW sebagai pilot project percontohan komposter organik.
“Harapannya pengurangan sampah terutama organik menjadi signifikan untuk ditindaklanjuti per RT pada penganggaran berikutnya,” pungkas Aning.











