KaMedia – Rangkaian bunga yang indah terwujud lewat sebuah proses pembelajaran yang panjang. Tentu lewat lembaga pendidikan yang memang fokus pada seni merangkai bunga. Adalah Jakflo Academy. Sebuah lembaga pendidikan seni merangkai bunga yang diinisiasi oleh tangan tangan dingin perangkai bunga.
Adalah Sara Rais dan suaminya, sejak tahun 2005 telah aktif untuk membuat pelatihan merangkai bunga. Dan membuat wadah yang bernama Jakflo Creative Centre. Lembaga ini intens mengggelar workshop dan seminar tentang rangkaian bunga dengan mendatangkan ahli merangkai bersertifikat internasional dari European Master Florist.
Sara bukan hadir secara tiba – tiba. Perjalanan panjang telah dia lalui sejak tahun 1998 dengan membuka toko bunga bersama teman temannya di Jakarta. Tidak berhenti sebatas toko bunga, Sara juga membuat buku hingga 4 seri yang menjadi panduan dalam seni merangkai bunga.
Kemampuan Sara Rais merangkai bunga membuat Istana Kepresidenan kepincut dan meminangnyam. Sejak 2019, Sara dipercaya menjadi Kepala Konsultasi Dekorasi Istana
Menurut Sara Rais Founder Jakflo Academy, lembaga pendidikan untuk mencetak para ahli perangkai bunga tersebut baru lahir dipenghujung 2015.
” Setelah 10 tahun dan berdasarkan survey pasar, para founders sepakat untuk lebih fokus pada bidang floristry dan sepakat mengubah nama menjadi Jakflo Floral Academy ” urai Sara Rais
Dalam perkembangannya Jakflo makin dikenal luas. Sentuhan tangan dingin para pengelola membuat nama Jakflo makin berkibar dan membuat banyak orang tertarik untuk bergabung dan belajar.
” Program kami terbuka untuk umum. Siapa saja yang tertarik dengan dunia bunga, baik untuk hobi, karier, atau membuka usaha, bisa bergabung ” papar Sara Rais
Hal yang menarik dari Jakflo Academy adalah lembaga ini bukan sekedar lembaga yang hadir untuk meraih pasar yang langka namun menjanjikan. Sara Rais juga menguraikan bahwa Jakflo adalah sekolah vokasi floristry dengan kurikulum paling lengkap di Indonesia.
“Selain praktik merangkai bunga, murid juga belajar teori pendukung seperti, Prinsip dasar desain bunga, Teori warna dan tematik, Perawatan bunga potong, Dasar-dasar bisnis bunga. Kami juga memiliki ujian akhir sebagai syarat kelulusan, agar lulusan kami benar-benar siap dan kompeten ” lanjut Sara Rais.
Dalam perkembangannya, minat belajar floristry terus meningkat, baik dari generasi muda maupun dewasa. Banyak yang mulai sadar bahwa merangkai bunga adalah keterampilan profesional, bukan sekadar hobi. Menurut Rara Sumawinata Co- Founder Jakflo Academy hal ini adalah manifestasi dari investasi kompetensi. Biayanya sebanding dengan jika seseorang mengikuti banyak workshop terpisah. Namun di Jakflo, semua sudah termasuk: bunga, alat, dan bahan, jadi murid tinggal datang dan belajar tanpa repot mencari sendiri. Hal ini juga berujung pada output yang dihasilkan oleh Jakflo Academy.
” Lulusan kami memiliki banyak jalur, contohnya seperti menjadi florist & membuka toko bunga atau wedding/event decorator floral designer untuk event dan proyek spesifik, Konsultan bunga, Pengajar floristry atau mengembangkan brand sendiri sebagai praktisi ” tambah Rara Sumawinata
Pasar perangkai bunga sampai saat ini sangat menjanjikan. Namun demikian lembaga yang melahirkan para ahli merangkai masih terbatas. Ini menjadi hal yang dibidik. oleh Jakflo Academy. Apalagi minat menjadi perangkai bunga di kota – kota besar mengalami peningkatan.
” Target utama kami adalah individu yang ingin menekuni floristry secara serius dan profesional—baik itu calon entrepreneur, pecinta seni, maupun praktisi kreatif. Namun lebih dari itu, kami juga ingin menumbuhkan kesadaran bahwa merangkai bunga bukan sekadar “tancap-tancap bunga”. Dibutuhkan pemahaman dasar yang kuat, perencanaan, teknik, dan kepekaan estetika untuk menghasilkan karya yang utuh dan bermakna. Melalui kurikulum yang terstruktur, kami ingin memperlihatkan bahwa floristry adalah skill yang bisa dipelajari secara mendalam dan bertahap. Inilah semangat dari kampanye kami ” lanjutnya.
Jakflo Academy berharap apa yang telah dicapainya akan terus berkembang dengan terus memperkaya kurikulum, membuka lebih banyak kelas lanjutan, dan menjangkau lebih banyak komunitas kreatif lewat kolaborasi. Bahkan rencana pengembangan sayappun juga telah disusun.
” Kami sedang menjajaki kemungkinan membuka program pop-up class di luar Jakarta dan memperluas akses lewat kelas online dan kolaborasi regional, agar semakin banyak orang bisa merasakan manfaat pembelajaran floristry yang terstruktur dan profesional ” tutur Rara.
” Selain ekspansi secara nasional, kami juga sedang dalam proses untuk menjalin kerja sama dengan Boerma Instituut di Belanda, agar ke depannya program Jakflo bisa memiliki afiliasi dan pengakuan internasional. Ini merupakan langkah kami untuk memberikan nilai tambah bagi para siswa yang ingin membawa kariernya ke tingkat global ” tambahnya.
Jakflo Academy yang berada di pusat Kota Jakarta, tepatnya di Plaza Bisnis Kemang, Jakarta Selatan berharap bahwa dari kerja keras yang selama ini dilakukan oleh founders maupun pengelola, Jakflo dapat melahirkan lebih banyak florist yang berkualitas, agar industri bunga Indonesia bisa tumbuh dan berkembang seperti di negara-negara maju.
” Alumni Jakflo Floral Academy tidak hanya jago teknis, tapi juga punya visi dan karakter yang kuat dalam berkarya dan berbisnis ” pungkas Sara Rais Founder Jakflo Academy yang diamini Co -Foundernya Rara Sumawinata.








