EkonomiNasional

PLN Nusantara Power Tingkatkan Produksi Energi Hijau hingga 854 GWh Sepanjang 2024 melalui Co-Firing

×

PLN Nusantara Power Tingkatkan Produksi Energi Hijau hingga 854 GWh Sepanjang 2024 melalui Co-Firing

Sebarkan artikel ini
Penerapan teknologi co-firing PLN NP mampu menghasilkan 854 GWh energi hijau sepanjang tahun 2024 / Foto : PLN NP.

KaMedia – PLN Nusantara Power, sebagai subholding pembangkitan terbesar di Asia Tenggara, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung transisi energi dan kelestarian lingkungan. Salah satu upayanya adalah melalui penerapan teknologi co-firing, yang berhasil menghasilkan 854 GWh energi hijau sepanjang tahun 2024, naik 61% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 525 GWh. Peningkatan ini juga berdampak pada reduksi emisi karbon sebesar 948 ribu ton.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menegaskan bahwa perusahaan berperan aktif dalam mencapai target Net Zero Emission (NZE) 2060 dan meningkatkan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia. Selain membangun pembangkit berbasis energi terbarukan, optimalisasi PLTU yang sudah ada dengan strategi energi bersih menjadi langkah penting.

“PLN Nusantara Power telah melakukan riset co-firing sejak 2018 dan kini telah mengimplementasikannya di 24 PLTU di Jawa maupun luar Jawa. Sebagai contoh, PLTU Paiton berhasil menguji co-firing hingga 30%, dan kami berupaya untuk terus meningkatkan persentase bauran ini,” ujar Ruly.

Teknologi co-firing, yang menggantikan sebagian bahan bakar batu bara dengan biomassa, menjadi bagian dari program “Green Booster” PLN. Melalui inisiatif ini, PLN Nusantara Power dapat mempercepat penurunan emisi karbon dan meningkatkan pemanfaatan EBT tanpa perlu membangun pembangkit listrik baru.

Sepanjang 2024, PLN Nusantara Power telah menguji 15 jenis biomassa dan berhasil melakukan 100% firing berbahan biomassa di PLTU Tidore dan PLTU Kendari. Selain itu, 25 PLTU telah mengoperasikan co-firing secara komersial di seluruh Indonesia.

Lebih dari sekadar mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, co-firing juga menjadi solusi untuk pengelolaan sampah dan penggerak ekonomi, dengan pemanfaatan Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP).

Untuk mengembangkan teknologi co-firing, PLN Nusantara Power telah menjalin kerja sama dengan berbagai mitra internasional, termasuk Jcoal, SHI, IHI, dan MHI dari Jepang, serta Valmet dari Finlandia. Selain itu, riset pengembangan juga melibatkan akademisi dari berbagai institusi, seperti Lemtek UI, ITS, PLN Puslitbang, Unibraw, Undip, ITB, UGM, IT PLN, dan BRIN.