KaMedia – Persib Bandung dipastikan gagal tampil di final Piala Presiden 2025. Itu setelah tim juara Liga 1 2024/25 ini tidak mampu meraih kemenangan dalam dua pertandingan turnamen pramusim bergengsi ini.
Menghadapi Dewa United di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung pada laga matchday II Grup B Piala Presiden 2025, Persib yang unggul hingga menit ke-90, pada akhirnya hanya mampu bermain imbang 1-1, Selasa (8/7) malam.
Kemenangan Persib yang sudah di depan mata akhirnya buyar setelah Dewa United mencetak gol di masa injury time.
Padahal, Persib Bandung sejatinya diuntungkan situasi di lapangan. Sebab, Dewa United bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-22 setelah bek mereka Cassio Scheid dikartu merah langsung karena menyikut pemain Persib.
Namun, meski unggul jumlah pemain, Persib masih kesulitan mencetak gol. Dewa United bermain disiplin dan sesekali melancarkan counter attack cepat. Hingga akhir babak pertama, skor masih 0-0.
Di babak kedua, Persib akhirnya unggul setelah gelandang anyar mereka asal Brasil, William Marcilio mencetak gol pada menit ke-65. Gol cantik yang dicetak mantan pemain FC itu membuat Persib unggul 1-0 hingga waktu normal.
Namun, sial bagi Persib ketika Dewa United mendapatkan penalti di masa injury time karena handball Dedi Kusnandar. Egy Maulana Vikri yang maju sebagai penenang penalti, menjalankan tugasnya dengan sempurna. Pertandingan pun berakhir 1-1.
Sebagai informasi, di pertandingan pertama Grup B yang juga menjadi laga pembuka Piala Presiden 2025, Persib Bandung kalah 0-2 dari klub asal Thailand, Port FC, yang diperkuat Asnawi Mangkualam.
Dua pertandingan tanpa meraih kemenangan dan hanya mengemas 1 poin membuat Persib dipastikan gagal melangkah ke laga final Piala Presiden 2025.
Sebab, hanya tim juara Grup A dan juara Grup B yang dipastikan lolos ke final Piala Presiden 2025. Sementara tim runner-up akan tanding di laga perebutan tempat ketiga.
Persib masih berpeluang jadi runner-up Grup B, dengan catatan Dewa United kalah lebih dari dua gol saat melawan Port FC di laga terakhir. Namun, Dewa United masih berpeluang ke final bila bisa mengalahkan Port FC ataupun jadi runner-up bila main imbang.
Meski gagal ke final, Pelatih Persib, Bojan Hodak mengaku tidak risau. Ia justru mengaku mendapatkan beberapa pelajaran untuk membangun timnya lebih baik.
“Kita ambil hikmahnya di dua pertandingan ini. Baik hal yang positif atau kekurangan-kekurangannya juga. Kami masih ada waktu untuk memperbaiki itu semua,” ujar Bodan Hodak dalam jumpa pers seusai pertandingan dikutip dari laman resmi klub, Persib.co.id,.
Bojan Hodak juga mengaku senang dengan perkembangan timnya saat laga Grup B Piala Presiden 2025 melawan Dewa United.
Pelatih berkebangsaan Kroasia ini melihat beberapa kemajuan yang ditunjukkan oleh anak asuhnya. Meski demikian, Hodak akan terus mengevaluasi skuadnya agar semakin mantap menatap Liga Super 2025/26 dan AFC Champions League 2.
“Saya pikir kami sudah lebih baik dari sebelumnya. Tapi, yang pasti kami harus banyak belajar lagi dari setiap pertandingan, termasuk pertandingan malam ini. Secara keseluruhan semuanya sudah cukup baik di masa persiapan ini,” kata Hodak.











