KaMedia – Tanpa ampun, Persis Solo dihajar habis tamunya Persija Jakarta. Bermain dihadapan ribuan pendukung fanatiknya di Stadion Manahan, Persis Solo tidak mampu mengimbangi permainan apik Persija Jakarta.
Tiga gol Persija dipersembahkan oleh Gustavo ” Pak Kumis ” Franca, Maxeell dan Eksel Runtukahu. Kemenangan kedua Persija ini sekaligu mengukuhkan Mayan Kemayoran diperingkat atas Klasemen sementara BRI Super League.
Usai pertandingan, Pelatih Persis Peter de Roo angkat bicara. Peltih asal Belanda tersebut mengakui timnya kurang fokus saat melawan. Para pemain sering melakuk kesalah dan tidak bisa memanfaatkan peluang yang dimiliki. Peter mengakui bahwa secara tim, Persis Solo tidak kalah kelas dengan Persija. Materi pemain seimbang. Hanya saja timnya tidak fokus seperti saat menang atas Madura United pekan pertama Super League.
” Hasil yang mengecewakan bagi kami, karena saya rasa secara kualitas kedua tim tak berbeda. Di babak pertama kami punya momen tapi kami juga kesulitan dalam menentukan timing dan positioning. Jadi, ketika kami menemukan celah umpan-umpan kami terlambat dan kami kebobolan di menit akhir babak pertama dari sepakan penjuru,” buka Peter de Roo.
Pelatih asal Belanda ini menekankan, Persis Solo harus belajar dari kekalahan ini. Salah satunya, adalah bagaimana mengontrol pertandingan dan fokus selama 90 menit.
” Gol di babak pertama mengubah alur permainan, mereka ( Persija ) mencoba menghentikan momentum kami. Kami mendapatkan pelajaran untuk fokus dari apa yang bisa kami kontrol dan fokus terhadap permainan kami sendiri, bukan ke lawan ataupun wasit. Kami harus mengontrol apa yang bisa jadi kekuatan kami,” tambahnya.
Peter de Roo memberikan contoh, betapa mudahnya Persis Solo kehilangan fokus, terutama di 20 menit akhir laga.
“Kami meninggalkan celah besar di lini tengah, tidak ada pressure bagi lawan, sehingga mereka bisa berlari di daerah kami dan menciptakan situasi berbahaya itu terjadi 15-20 menit sebelum laga selesai. Jika anda ingin konsisten, anda harus tetap dalam kontrol pertandingan,” tegasnya.
Dalam pertandingan semalam, Persis juga tidak diperkuat Sho Yamamoto. Peter de Roo mengakui cukup berpengharuh terhadap permainan timnya. Tetapi, ia tak ingin membuat hal tersebut menjadi alasan.
” Absennya Sho Yamamoto adalah kehilangan yang besar, bahkan sejak pra musim. Dia adalah mesin bagi kami, tidak adanya Sho memang punya pengaruh untuk kami. Tapi saya tak menyalahkan itu atau menjadi alasan kami untuk kalah di laga ini,” ujarnya
Sementara itu, penjaga gawang Persis Solo M. Riyandi mengakui kekalahan tersebut sangat mengecewakan, apalagi bermain di Stadion Manahan. Pemain senior di Persis Solo tersebut menyatakan bahwa seharusnya bisa menang, atau seri. Namun kurangnya. konsentrasi pemain menjadi biang kekalahan. M. Riyandi sepakat dengan pelatih Peter de Roo bahwa kekalahan tersebut harus menjadi pembelajaran pemain untuk menatap pertandingan selanjutnya.
” Ini hasil yang mnegecewakan, bukan hasil yang kami inginkan, ini laga kandang kami, tentunya kami kecewa. Sebenarnya kami bermain bagus tapi ada kesalahan yang harus kami perbaiki ke depannya. Saya harap para pemain bisa berbenah untuk laga ke depannya,” pungkas. M Riyandi.











