KaMedia – Kota Surabaya menunjukkan dominasinya di cabang olahraga arung jeram. Bertindak sebagai tuan rumah, kontingen Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kota Surabaya sukses merebut gelar juara umum pada Kejuaraan Arung Jeram Piala Wali Kota Surabaya 2026 yang berlangsung di Sungai Kalimas, kawasan Asreboyo, dan berakhir pada Minggu (7/6).
Prestasi gemilang itu diraih setelah tim Surabaya menyapu bersih tiga kategori paling bergengsi, yakni Overall Result Open Men, Overall Result Open Women, dan Overall Result Regional U-22 Women. Hasil tersebut sekaligus menegaskan kekuatan Surabaya sebagai salah satu daerah dengan pembinaan atlet arung jeram terbaik di Jawa Timur.
Persaingan dalam kejuaraan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 itu berlangsung ketat. Meski Surabaya tampil dominan, sejumlah tim lain juga berhasil mencatatkan prestasi membanggakan.
Kategori Overall Result Mahasiswa Men berhasil dimenangkan oleh Wanala Universitas Airlangga (Unair). Sementara Himapala Universitas Negeri Surabaya (Unesa) keluar sebagai yang terbaik pada kategori Overall Result Mahasiswa Mix. Adapun gelar Overall Result Regional U-22 Men diraih oleh SMAM X Rafting.
Ketua Panitia Kejuaraan, Tri Harsono, menilai penyelenggaraan tahun ini berjalan sukses dan menghadirkan persaingan yang kompetitif. Menurutnya, kualitas atlet yang tampil menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan dengan kejuaraan sebelumnya.
“Kejuaraan ini berlangsung sukses dan kompetitif. Atlet-atlet Surabaya menunjukkan performa yang membanggakan. Ini menjadi indikator positif dalam persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang,” ujar Tri.
Ia menegaskan, keberhasilan Surabaya menyabet gelar juara umum tidak diraih secara instan. Prestasi tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan atlet yang dilakukan secara berkelanjutan selama beberapa tahun terakhir.
Menurut Tri, hasil yang diraih pada ajang ini menjadi bukti bahwa program pembinaan yang dijalankan FAJI Surabaya berjalan efektif. Selain itu, capaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempertahankan prestasi di berbagai kejuaraan.
“Ini menjadi modal penting bagi atlet-atlet Surabaya untuk menghadapi kompetisi yang lebih besar. Semangat dan mental juara harus terus dijaga,” katanya.
Kejuaraan yang digelar di Sungai Kalimas itu juga memiliki peran strategis sebagai sarana evaluasi kemampuan atlet menjelang Porprov. Melalui kompetisi ini, para atlet dapat mengukur kemampuan teknis, strategi, serta kesiapan mental saat menghadapi persaingan yang lebih ketat.
Keberhasilan Surabaya mendominasi kejuaraan sekaligus memberikan sinyal positif menjelang perhelatan Porprov Jawa Timur. Dengan kekuatan yang ditunjukkan di kandang sendiri, Surabaya dinilai memiliki peluang besar untuk kembali menjadi kekuatan utama di cabang olahraga arung jeram tingkat provinsi.
Tak hanya menghadirkan persaingan sengit di atas derasnya arus sungai, kejuaraan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi Sungai Kalimas sebagai lokasi olahraga petualangan dan wisata olahraga di Kota Pahlawan.
Ratusan peserta dan penonton yang hadir turut meramaikan suasana sepanjang perlombaan. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa arung jeram semakin diminati dan memiliki prospek besar untuk berkembang sebagai olahraga prestasi maupun olahraga rekreasi di Surabaya.
Dengan berakhirnya kejuaraan ini, Surabaya tidak hanya membawa pulang gelar juara umum, tetapi juga mengukuhkan diri sebagai salah satu pusat pembinaan atlet arung jeram yang patut diperhitungkan di Jawa Timur. Modal prestasi tersebut kini menjadi bekal berharga untuk menghadapi tantangan yang lebih besar pada ajang Porprov mendatang.











