HeadlinePolitik

Risma Buka Ruang Dialog Dengan BAMAG, Bahas Kemiskinan Hingga Pendidikan Gratis

×

Risma Buka Ruang Dialog Dengan BAMAG, Bahas Kemiskinan Hingga Pendidikan Gratis

Sebarkan artikel ini

KaMedia – Memasuki kampanye hari ke 2, Cagub PDIP Tri Rismaharani atau akrab dipanggil Risma mendatangi Kantor Badan Musyawarah Antar Gereja atau Bamag. Kedatangan Risma tersebut disambut oleh jajaran pengurus Bamag Surabya dan Jawa Timur. Selama ini jalinan komunikasi Risma dengan Bamag terjalin sangat baik. Bahkna hingga Risma menjabat Menteri Sosial komunikasi tetap terjaga.

” Saya bertemu dengan pengurus Bamag Kota Surabaya yang juga dihadiri oleh Ketua Badan Musyawarah antar gereja Surabaya Budi Santoso dan Ketua Bamag Provinsi Jawa Timur Pendeta Sudidarma. Pertemuan berlangsung hangat dan banyak membahas tentang berbagai masalah sosial di Jawa Timur, termasuk juga masalah toleransi. Saya menghargai perbedaan yang ada sebagai bagian dari ciptaan Tuhan ” ujar Risma.

Dalam pertemuan tersebut mantan Walikota Surabaya juga bertukar gagasan dengan pengurus Bamag. Risma menegaskan bahwa gagasan harus diwujudkan jangan hanya sebatas angan saja. Saat ini berdasarkan berbagai masukan menurut Risma ada gagasan yang sangat perlu untuk dijadikan kenyataan, seperti kesehatan, kesejahteraan sosial, pekerjaan hingga pendidikan.

” Saya sampaikan ada beberapa hal penting yang diinginkan masyarakat Jawa Timur seperti bidang kesehatan yaitu penanganna TBC, dimana Jawa Timue terbanyak jumlah penderitanya. Kemudian kemiskinan, juga pendidikan gratis tingkat SMA /SMK. Selain juga insentif guru yang akan diperjuangkan. Semuanya masih gagasan. Tentu harus diwujudkan kedepannya ” lanjut mantan Mensos tersebut.

Dalam pertemuan yang penuh suka cita dan sangat cair tersebut, Risma menaruh perhatian khusus terhadap kehidupan guru di Jawa Timur. Mereka nantinya akan diberikan ruang mengajar yang lebih baik sehingga bisa meningkatkan kwalitas pendidikan dan menambah insentifnya. Karena selama ini Risma banyak menerima keluhan para guru tidak tetap atau GTT, guru P3K dan guru non ASN. Mereka berpenghasilan minim dan kesulitan untuk mencukupi kehidupannya. Para guru yang berasal dari berbagai wilayah di Jatim tersebut ingin seperti kolega mereka di Surabaya yang hidupnya lebih sejahtera sejak era Risma menjadi walikota.

“‘Banyak keluhan juga yang bersurat secara langsung waktu saya di Kemensos. Guru-guru tersebut ingin seperti Surabaya karena pendapatan di Kota Surabaya lebih baik ” lanjut Risma.

Kepada para pengurus Bamag, Risma ingin SMA SMK gratis dan tidak ada lagi keluhan-keluhan. Sejak kebijakan pengelolaan SMA sederajad diambil pemprov, Risma mengaku sedih karena sering mendapatkan pengaduan tentang sekolah yang mahal dengan berbagai pungutan. Dia berkeinginan hal tersebut tidak ada lagi.

Dalan pertemuan tersebut Risma didoakan para pendeta dan pengurus Bamag bisa memimpin Jawa Timur dan mewujudkan gagasannya untuk kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.

” Ya Bu Risma tadi didoakan agar kelak bisa memimpin Jawa Timur ” pungkas Baktiono, legislator DPRD Surabaya yang turut hadir dalam pertemuan tersebut.