KaMedia – Pergantian kepemimpinan di tubuh DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya disambut dengan suasana sejuk dan penuh optimisme. Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, SH, menilai terpilihnya Ir. Armuji sebagai Ketua DPC PDIP Surabaya periode 2025–2030 bukan sekadar dinamika internal partai, melainkan momentum penting untuk memperkuat kebersamaan lintas kekuatan politik di Kota Pahlawan.
“Selamat untuk Cak Ji. Kontestasi dalam partai itu hal yang wajar dan sehat. Yang terpenting, bagaimana kepemimpinan baru ini membawa energi positif bagi Surabaya,” ujar Arif Fathoni, Selasa (23/12/2025).
Politikus yang akrab disapa Tony ini menaruh harapan besar pada gaya kepemimpinan Armuji yang dikenal sederhana dan mudah bergaul. Menurutnya, sikap tersebut menjadi modal sosial yang berharga untuk merawat hubungan antarpartai, terutama menjelang agenda-agenda politik besar ke depan.
“Dengan karakter yang humble, saya yakin relasi antarpartai di Surabaya akan semakin cair dan saling menguatkan, bukan saling menegasikan,” tuturnya.
Tony melihat kehadiran Armuji di pucuk pimpinan PDIP Surabaya sebagai peluang memperkuat semangat gotong royong dalam membangun kota. Apalagi, Armuji saat ini juga mengemban amanah sebagai Wakil Wali Kota Surabaya, sehingga jalur komunikasi antara eksekutif dan legislatif diyakini akan semakin efektif.
“Tujuan kita sama, yaitu kesejahteraan warga. Kalau komunikasi dan kolaborasi berjalan baik, maka kebijakan pun akan lebih mudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Ia juga menilai penyegaran kepemimpinan ini sebagai bagian dari proses regenerasi politik yang sehat. Beberapa partai di Surabaya, lanjut Tony, juga melakukan hal serupa demi menyiapkan kepemimpinan yang adaptif terhadap tantangan zaman.
Rekam jejak panjang Armuji di dunia politik menjadi salah satu alasan Tony optimistis. Pengalaman Armuji sebagai anggota DPRD Surabaya sejak 1999 hingga DPRD Jawa Timur dinilai membentuk kematangan dalam memahami dinamika pemerintahan dan aspirasi rakyat.
“Pengalaman itu bukan sekadar catatan jabatan, tapi proses panjang mendengar dan bekerja untuk masyarakat,” ungkapnya.
Tony juga mengingatkan bahwa semangat gotong royong sudah terbangun kuat di Surabaya, terutama sejak hampir seluruh partai politik sepakat mendukung pasangan Eri Cahyadi–Armuji pada kontestasi sebelumnya. Menurutnya, kebersamaan itu tak akan luntur meski terjadi pergantian kepemimpinan di internal partai.
“Siapa pun pemimpinnya, Surabaya tetap dibangun dengan kebersamaan. Itu yang harus kita jaga,” tegasnya.
Menatap ke depan, Tony menegaskan Partai Golkar tetap membuka pintu selebar-lebarnya untuk bersinergi dengan seluruh kekuatan politik. Baginya, politik seharusnya menjadi alat untuk melayani, bukan untuk saling berjarak.
“Bagi Golkar, bekerja sama demi rakyat adalah panggilan sejarah. Dengan siapa pun, selama tujuannya untuk Surabaya yang lebih baik,” pungkasnya.
Terpilihnya Armuji sebagai Ketua DPC PDIP Surabaya pun diharapkan menjadi awal babak baru politik yang lebih teduh—politik yang berakar pada dialog, gotong royong, dan keberpihakan pada warga Kota Pahlawan.











