KaMedia – Hujan deras yang mengguyur Sidoarjo dalam beberapa hari ini mengakibatkan banjir. Salah satunya di Desa Kramat Jegu Kecamatan Taman. Sampai hari ini genagan banjir di Desa Kramat Jegu belum juga surut. Air masih mengepung permukiman warga sejak hujan deras yang mengguyur pada Minggu (11/5) malam.
Situasi ini memantik rasa penasaran Bupati Subandi. Pasalnya, meski sudah memasuki masa transisi menuju kemarau ternyata masih ada daerah di Sidoarjo yang dilanda banjir. Bupati Subandi turun langsung meninjau lokasi banjir. Dia memastikan penanganan jangka pendek dan panjang segera dilakukan.
“Pompa portable akan segera kami datangkan hari ini untuk menarik air ke sungai agar genangan tidak semakin meluas ke permukiman,” ucapnya kepada media Selasa, (13/5).
Orang nomor satu di Sidoarjo tersebut juga menyampaikan, bahwa beberapa perumahan di wilayah tersebut belum menyerahkan fasum ke Pemkab. Hal itu menjadi kendala dalam pemberian bantuan dan penanganan banjir secara maksimal.
“Karena legalitas belum diselesaikan, kita benahi dulu itu, karena saya sudah dua kali sidak ke lokasi yang sama namun persoalan tidak juga tuntas,” ujar pejabat yang hobi sepak bola ini.
Pemkab Sidoarjo menurut Subandi merencanakan peninggian paving dan normalisasi saluran air. Langkah itu diambil lantaran ketinggian tanah di perumahan lenl lebih rendah hingga menimbulkan genangan dan banjir.
Menurutnya, perumahan tersebut tidak ada pembenahan sejak 1989. Karena itu ia meminta pengerjaan peninggian dan normalisasi segera dijadwalkan mulai hari ini. Selaij itu juga dilakukan pembenahan tangkis sungai dari tanaman dan bangunan liar
“Kalau ada bangunan liar, ya kita bongkar,” tegasnya.
Terkait program baru penanganan banjir, mengingat hampir tiap musim hujan Sidoarjo dikepung banjir, Bupati Subandi menyampaikan bahwa akan ada kerjasama dengan ITS untuk memetakan persoalan banjir ditiap kecamatan yang kemudian akan dikompilasi menjadi rencana besar penanganan banjir di Sidoarjo.











