KaMedia – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan penguatan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai prioritas. Ia meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pemerintah kabupaten/kota memastikan mutu layanan dan ketepatan sasaran tetap terjaga.
Penegasan itu disampaikan saat kegiatan Jalan Sehat Formasi MBG 2026 di Bangkalan. Khofifah menekankan, keterlibatan langsung kepala daerah menjadi kunci keberhasilan program.
“Pemantauan langsung wajib dilakukan. Distribusi harus tepat, layanan harus berkualitas, dan penerima manfaat harus sesuai sasaran,” tegasnya.
Ia menyebut, setelah berjalan lebih dari satu tahun, pelaksanaan MBG harus diperkuat dan disempurnakan. Program yang sudah berjalan baik diminta untuk direplikasi, sementara kekurangan harus segera diperbaiki.
“Yang belum optimal, segera benahi. Yang sudah baik, jadikan standar,” ujarnya lugas.
Khofifah juga menekankan pentingnya sinergi antara SPPG, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. Program MBG merupakan inisiatif Prabowo Subianto untuk mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045 melalui pemenuhan gizi siswa dan santri.
Ia secara khusus mengapresiasi pelaksanaan MBG di Ponpes Al Anwar Bangkalan yang dinilai konsisten dan berdampak nyata.
Sementara itu, Deputi BGN Suardi Samiran menyatakan, Bangkalan bisa menjadi model nasional. Ia juga menegaskan bahwa program ini berdampak langsung pada ekonomi daerah.
“Jika ada 120 SPPG, perputaran ekonomi bisa mencapai Rp120 miliar per bulan, atau Rp1,4 triliun per tahun,” jelasnya.
Program MBG, lanjutnya, tidak hanya meningkatkan gizi anak, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal melalui pelibatan UMKM dan produsen pangan daerah.
Di lapangan, manfaat program mulai dirasakan. Guru dan siswa mengakui MBG membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk yatim piatu, mendapatkan asupan gizi yang layak dan meningkatkan semangat belajar.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyerahkan 800 paket beasiswa pendidikan gratis dari Ponpes Al Anwar kepada siswa penerima manfaat.











