KaMedia – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya sebagai ruang untuk memperkuat persatuan dan karakter kebangsaan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.
Pesan tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri Simfoni Kebinekaan AMN Surabaya, sekaligus Pengukuhan Mahasiswa Angkatan V Tahun 2026 dan Wisuda Pertama Mahasiswa Penerima Beasiswa AMN Surabaya di Trans Luxury Hotel Surabaya, Sabtu (12/9).
Sebanyak 200 mahasiswa baru resmi dikukuhkan sebagai penerima beasiswa AMN Surabaya. Mereka masing-masing berasal dari empat perguruan tinggi mitra, yakni 50 mahasiswa dari Universitas Airlangga (UNAIR), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur.
Bagi Gubernur Khofifah, keberagaman itulah kekuatan utama AMN. Menurutnya, AMN bukan sekadar tempat tinggal mahasiswa maupun program beasiswa, melainkan ruang untuk membangun ke-Indonesiaan.
” Sebenarnya kita ini sedang merakit Indonesia melalui pendekatan intelektualitas anak muda dari Sabang sampai Merauke.”tutur Gubernur Khofifah.
Khofifah menegaskan, semangat Bhinneka Tunggal Ika tidak boleh berhenti sebagai slogan. Melalui kehidupan bersama di AMN, mahasiswa ditempa untuk membangun saling percaya (mutual trust) dan saling menghormati (mutual respect).
” AMN ini kita berharap akan terbangun mutual trust dan mutual respect di antara semuanya,” ujarnya.
Ia menyebut AMN sebagai miniatur Indonesia sekaligus laboratorium kebangsaan. Di tempat inilah mahasiswa belajar memahami Indonesia secara langsung melalui teman sekamar, ruang diskusi, hingga pengalaman hidup bersama dengan mereka yang berbeda suku, agama, tradisi, dan daerah asal.
” Kalangan muda dengan background intelektualitas yang luar biasa dididik, dibina, dibimbing dan dibangun karakter ke-Indonesiaannya.” lanjut Khofifah
Menurut Khofifah, proses tersebut menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi yang mampu memperkuat fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Sebanyak 305 mahasiswa Angkatan I AMN Surabaya juga menorehkan sejarah melalui wisuda perdana. Khofifah mengingatkan, wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar kepada masyarakat.
Kemampuan hidup dalam keberagaman selama berada di AMN, lanjutnya, merupakan modal penting bagi para lulusan untuk menjadi pemimpin yang mampu merawat persatuan.
Kepada mahasiswa penerima beasiswa, Khofifah juga berpesan agar kesempatan tersebut tidak dipandang sekadar bantuan pendidikan.
” Jangan memandang beasiswa sekadar sebagai bantuan. Melainkan sebuah amanah dan kepercayaan yang harus dijawab dengan prestasi dan pengabdian.” urai Khofifah.
Ia sekaligus mengapresiasi kolaborasi UPN Veteran Jawa Timur, perguruan tinggi mitra, Kemendiktisaintek, BIN, serta LPDP Kementerian Keuangan dalam keberlangsungan AMN Surabaya.
” Dari Jawa Timur, dari Asrama Mahasiswa Nusantara, mari kita tunjukkan bahwa anak-anak bangsa dari berbagai penjuru Nusantara dapat hidup bersama, belajar bersama, tumbuh bersama, dan membangun Indonesia bersama,” pungkasnya.











