KaMedia – Musim kemarau bukan waktunya bermain api. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Sidoarjo, Sabino Mariano, S.Sos., M.KP., meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran lahan dan permukiman.
Sabino menegaskan, karakter wilayah pesisir Sidoarjo membuat penanganan kebakaran memiliki tantangan tersendiri. Air memang tidak serta-merta menghilang, tetapi ketersediaannya terbatas. Karena itu, api harus dilawan sejak awal sebelum berubah menjadi bencana yang sulit dikendalikan.
“Kalau sudah kering jangan dibakar. Kalau terpaksa membakar, harus ditungguin. Di daerah pesisir kita ini air sudah susah, apalagi kalau sampai terjadi kebakaran besar,” tegasnya.
Peringatan tersebut bukan tanpa alasan. Kebakaran yang dibiarkan merambat dapat berubah menjadi persoalan serius ketika sumber air terbatas dan petugas harus berpacu dengan luasnya area yang terbakar.
Karena itu, BPBD mengusulkan patroli lingkungan dilakukan secara bergilir, terutama di tujuh titik yang dinilai rawan di sekitar permukiman. Kesiapsiagaan tidak boleh hanya dibebankan kepada petugas. Warga juga harus ikut bergerak.
” Kita jaga bergantian. Harapannya masyarakat juga ikut membantu, misalnya dengan tidak membakar sembarangan dan menyiapkan peralatan sederhana untuk pemadaman di setiap lingkungan,” ujarnya.
Sabino juga mengungkapkan, sudah ada satu desa yang mengajukan permintaan bantuan terkait kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran.
Menurutnya, langkah paling sederhana justru sering menjadi penentu: saling mengingatkan, mengawasi lingkungan, dan memastikan alat pemadam sederhana tersedia ketika api pertama kali muncul.
“Ayo mari kita sama-sama turun ke lingkungan, saling mengingatkan. Wilayah kita pesisir tapi rawan terbakar kalau musimnya kering,” pungkasnya.
BPBD berharap imbauan tersebut tidak berhenti sebagai seruan. Posko siaga harus dibentuk, patroli lingkungan dijalankan, dan peralatan pemadam sederhana disiapkan di tingkat RT/RW.
Sebab dalam situasi kebakaran, terlambat beberapa menit bisa berarti api sudah terlalu besar untuk ditangani dengan cara sederhana. Jangan tunggu rumah terbakar baru sadar bahwa kewaspadaan adalah kebutuhan, bukan pilihan.











