Gaya HidupJatimPemerintahan

Belajar Siaga Jadi Gaya Baru Warga Jatim, Kunjungan Taman Edukasi Bencana Melejit 145 Persen

×

Belajar Siaga Jadi Gaya Baru Warga Jatim, Kunjungan Taman Edukasi Bencana Melejit 145 Persen

Sebarkan artikel ini

KaMedia – Kesadaran masyarakat Jawa Timur terhadap pentingnya kesiapsiagaan bencana kian menunjukkan lonjakan signifikan. Sepanjang tahun 2025, Taman Edukasi Bencana BPBD Jawa Timur (Tenpina) menjelma menjadi magnet pembelajaran kebencanaan, dengan lonjakan kunjungan yang menembus 145,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Hingga penghujung 2025, tercatat 11.647 orang dari berbagai latar belakang mengunjungi pusat literasi kebencanaan ini. Angka tersebut melonjak tajam dari tahun 2024 yang hanya mencatat 4.741 pengunjung. Tak hanya jumlah pengunjung, antusiasme juga tercermin dari meningkatnya jumlah lembaga yang berkunjung mencapai 172 lembaga, naik 104,6 persen dari tahun sebelumnya.

Tahun ini pun ditutup dengan kegiatan bermakna. Pemerintah Desa Kedungrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, menjadi rombongan terakhir yang mengikuti pelatihan mitigasi bencana di Tenpina BPBD Jatim, Rabu malam (24/12/2025).

Sebanyak 41 peserta, terdiri dari perangkat desa, pemuda karang taruna, ketua RT-RW, dan unsur masyarakat lainnya, mengikuti pelatihan intensif. Mereka tidak hanya dibekali pemahaman dasar kebencanaan, tetapi juga keterampilan praktis seperti Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), evakuasi mandiri saat gempa bumi, hingga pemadaman kebakaran.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, menyambut peningkatan kunjungan ini dengan rasa syukur sekaligus optimisme. Menurutnya, lonjakan tersebut menjadi bukti tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat terhadap risiko bencana di Jawa Timur.

“Kesadaran dan keinginan masyarakat untuk mengenali masalah kebencanaan adalah harapan kami. Karena peningkatan kapasitas masyarakat adalah solusi utama dalam menghadapi potensi bencana di Jawa Timur,” ujarnya.

Gatot menegaskan, tingginya kepercayaan publik menjadi pemacu BPBD Jatim untuk terus meningkatkan kualitas layanan edukasi, termasuk penguatan kompetensi para fasilitator kebencanaan.

Menariknya, profil pengunjung Tenpina kini semakin beragam. Jika sebelumnya didominasi siswa TK hingga SLTA, kini mahasiswa, komunitas masyarakat, hingga organisasi perempuan turut meramaikan kunjungan. Sejumlah organisasi seperti Dharma Wanita Persatuan (DWP), guru-guru PAUD, hingga pengurus Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Jawa Timur tercatat aktif mengikuti program edukasi.

Fenomena ini menandai perubahan penting: belajar siaga bencana bukan lagi kewajiban segelintir pihak, melainkan kebutuhan bersama. Di tengah risiko bencana yang kian nyata, Taman Edukasi Bencana BPBD Jatim tampil sebagai ruang belajar sekaligus harapan tempat masyarakat membangun kesiapan, bukan kepanikan.