KaMedia – DPRD Kabupaten Sidoarjo menyatakan dukungan terhadap upaya pencegahan radikalisme yang dilakukan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sidoarjo. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga persatuan bangsa sekaligus melindungi generasi muda dari pengaruh paham ekstrem.
Dukungan itu disampaikan Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih dalam kegiatan Pemaparan dan Pencegahan Korban Radikalisme yang digelar di Pendopo Kabupaten Sidoarjo,27 Oktober 2026. Dalam kegiatan tersebut, ia menekankan pentingnya pencegahan secara berkelanjutan melalui penguatan wawasan kebangsaan, pembinaan, serta kerja sama lintas sektor.
Menurut Nasih, perkembangan teknologi dan luasnya penggunaan media sosial membuat penyebaran paham radikal menjadi tantangan yang perlu diwaspadai bersama. Generasi muda menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapatkan perhatian agar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan atau informasi yang mengarah pada paham ekstrem.
“Kami dari DPRD Kabupaten Sidoarjo sangat mendukung kegiatan seperti ini. Ancaman radikalisme itu nyata dan masuknya sangat halus, terutama ke generasi muda melalui media sosial. Maka perlu ada upaya pencegahan yang masif dan berkelanjutan,” ujar Nasih.
Ia menegaskan, pencegahan radikalisme tidak cukup hanya melalui sosialisasi. Diperlukan kebijakan yang mendukung edukasi, pembinaan, dan pendampingan bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda yang berisiko terpapar paham ekstrem.
DPRD Sidoarjo, lanjut Nasih, akan terus mendorong sinergi dengan Bakesbangpol, TNI-Polri, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat langkah pencegahan tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan yang mengedepankan pembinaan dan pemulihan sosial bagi anak yang telah terpapar paham radikal. Menurutnya, mereka tidak seharusnya langsung dikucilkan, melainkan perlu mendapatkan pendampingan agar dapat kembali berintegrasi dengan lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
“DPRD akan terus bersinergi dengan Bakesbangpol, TNI-Polri, dan seluruh stakeholder. Kami akan mendorong kebijakan yang tidak hanya preventif, tetapi juga mencakup pembinaan dan reintegrasi sosial. Anak-anak yang terpapar jangan dikucilkan, harus kita rangkul dan bina kembali agar mencintai Pancasila dan NKRI,” tegasnya.
Nasih juga mengingatkan pentingnya pendidikan kebangsaan dan keagamaan yang utuh serta seimbang. Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap nilai-nilai kebangsaan dan agama dapat membantu generasi muda menyikapi perbedaan secara bijak dan tidak mudah terpengaruh ajaran yang mengarah pada ekstremisme.
Ia menilai, indikasi paparan paham ekstrem di lingkungan pendidikan perlu disikapi melalui pengawasan, edukasi, dan komunikasi yang baik antara sekolah, keluarga, dan pemerintah. Langkah tersebut harus dilakukan tanpa memberikan stigma kepada anak yang membutuhkan pendampingan.
“Perlu pemahaman konsep dasar kebangsaan dan keagamaan yang utuh, sehingga generasi muda tidak mudah tergiring ke arah yang ekstrem,” ujarnya.
Sementara itu, Bakesbangpol Kabupaten Sidoarjo menempatkan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, aparat keamanan, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian penting dari upaya pencegahan radikalisme.
Kerja sama lintas sektor diharapkan dapat memperkuat pemahaman Pancasila, menjaga toleransi, serta menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi masyarakat.
Dukungan DPRD tersebut diharapkan turut memperkuat program pencegahan radikalisme di Kabupaten Sidoarjo. Melalui edukasi, pembinaan, dan pendampingan yang berkelanjutan, pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu melindungi generasi muda sekaligus menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).











