HeadlinePemerintahanSidoarjo

DPRD Sidoarjo: Inovasi Jangan Sekadar Kejar Juara, Harus Selesaikan Persoalan Warga

×

DPRD Sidoarjo: Inovasi Jangan Sekadar Kejar Juara, Harus Selesaikan Persoalan Warga

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, Abdilah Nasih, saat launching Kompetisi Inovasi Sidoarjo (KISI) 2026 di Pendopo Wibawa / Foto : Fifin Jun.

KaMedia – Dukungan DPRD Kabupaten Sidoarjo terhadap penguatan inovasi pembangunan daerah tidak boleh berhenti pada semangat kompetisi. Inovasi harus menjadi instrumen untuk menyelesaikan persoalan nyata masyarakat dan menghasilkan dampak yang terukur.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, Abdilah Nasih, saat launching Kompetisi Inovasi Sidoarjo (KISI) 2026 di Pendopo Wibawa, Rabu (16/9). Kegiatan tersebut diikuti peserta dari UPT, puskesmas, sekolah hingga organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sidoarjo.

” Prinsip inovasi adalah perubahan. Tapi perubahan itu tidak hanya sekadar berubah. Bagaimana perubahan ini mampu menyelesaikan PR-PR, mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di Sidoarjo,” ujarnya.

Abdilah menegaskan, peserta KISI tidak semestinya hanya mengejar juara. Yang lebih penting adalah melahirkan gagasan yang mampu memperbaiki pelayanan publik dan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di Sidoarjo.

” Semangat peserta KISI bukan untuk sekadar ikut lomba dan mengejar juara, tetapi bagaimana memberikan konsep pelayanan yang lebih baik dan menyelesaikan pekerjaan rumah yang ada di Sidoarjo lebih cepat. Sehingga persoalan-persoalan yang ada bisa diselesaikan secara lebih efektif dan efisien,” tegasnya.

Capaian inovasi Sidoarjo sendiri menunjukkan tren positif dalam lima tahun terakhir. Pada 2021, Sidoarjo berada di peringkat 111 kota terinovatif. Setahun kemudian naik ke peringkat 23. Pada 2023 turun ke peringkat 27, sebelum kembali naik ke peringkat 19 pada 2024.

Peningkatan berlanjut pada 2025. Sidoarjo berhasil masuk 11 besar kota terinovatif se-Indonesia.

Ini tidak main-main,” kata Abdilah.

Meski capaian tersebut patut diapresiasi, Abdilah mengingatkan agar prestasi itu tidak menjadi alasan untuk berpuas diri. Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Ia juga meminta inovasi tidak berhenti pada kegiatan yang bersifat rutinitas atau sekadar “itu-itu saja”. Tantangan ke depan bukan lagi sekadar memperbanyak jumlah inovasi.

Pasalnya, hampir setiap tahun muncul ratusan inovasi dari OPD maupun peserta KISI. Persoalan yang lebih penting adalah sejauh mana inovasi tersebut benar-benar memberikan dampak, memperbaiki pelayanan dan menyelesaikan persoalan masyarakat Sidoarjo.