EkonomiSurabaya

Perkuat Garda Terdepan Integritas, TTL Bekali Port Security soal Gratifikasi dan WBS

×

Perkuat Garda Terdepan Integritas, TTL Bekali Port Security soal Gratifikasi dan WBS

Sebarkan artikel ini
PT Terminal Teluk Lamong (TTL) memperkuat barisan terdepan dalam menjaga integritas perusahaan / Foto : Humas TTL.

KaMedia – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) memperkuat barisan terdepan dalam menjaga integritas perusahaan. Personel Port Security dibekali pemahaman mengenai pengendalian gratifikasi dan Whistleblowing System (WBS) untuk memastikan setiap tugas pengamanan dijalankan secara profesional, transparan, dan bebas dari benturan kepentingan, Jumat (11/9).

Langkah ini bukan tanpa alasan. Sebagai personel yang berhadapan langsung dengan pelanggan dan pemangku kepentingan, tim pengamanan memiliki posisi strategis sekaligus menghadapi berbagai situasi yang berpotensi bersinggungan dengan kepentingan pribadi maupun pihak lain di lapangan.

Melalui sosialisasi tersebut, TTL mempertegas pesan bahwa integritas bukan sekadar aturan di atas kertas, melainkan prinsip yang harus hadir dalam setiap pelaksanaan tugas.

Materi pengendalian gratifikasi disampaikan Abu Hasan Asyari dari Unit Pengendali Gratifikasi TTL. Ia menguraikan berbagai bentuk dan risiko gratifikasi, termasuk langkah yang harus dilakukan ketika personel menghadapi situasi yang berpotensi menimbulkan benturan kepentingan.

Pemahaman tersebut menjadi penting agar personel tidak hanya mampu mengenali potensi gratifikasi, tetapi juga berani mengambil sikap yang tepat dan memahami mekanisme pelaporannya.

Sementara itu, Muhammad Hariyanto dari Satuan Pengawas Internal TTL memaparkan penerapan Whistleblowing System (WBS). Para peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya melaporkan dugaan pelanggaran secara cermat, objektif, dan bertanggung jawab.

Melalui WBS, TTL membuka ruang bagi setiap insan perusahaan untuk menyampaikan dugaan pelanggaran melalui mekanisme yang tersedia. Sistem ini sekaligus memperkuat budaya transparansi dengan memberikan perlindungan terhadap kerahasiaan dan keamanan pelapor.

Corporate Secretary PT Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam, menilai penguatan pemahaman integritas menjadi semakin penting bagi personel yang bersentuhan langsung dengan aktivitas pelayanan di terminal.

” Tim pengamanan adalah garda terdepan pelayanan di lingkungan terminal yang berinteraksi langsung dengan pelanggan dan pemangku kepentingan. Sosialisasi ini penting agar seluruh personel tegas menolak segala bentuk benturan kepentingan dan mampu menjalankan tugas pengamanan dengan profesional,” ujarnya.

Menurut Anam, pengendalian gratifikasi dan WBS harus ditempatkan sebagai bagian dari budaya kerja, bukan sebatas kewajiban administratif.

” Pengendalian gratifikasi dan Whistleblowing System adalah bagian penting dari budaya integritas. Penerapannya bukan sekadar formalitas aturan, melainkan komitmen yang harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh insan perusahaan,” tegasnya.

Pesan tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Sosialisasi berlangsung interaktif, dengan peserta aktif memanfaatkan sesi diskusi untuk mengonsultasikan berbagai situasi yang berpotensi muncul dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Bagi TTL, penguatan integritas dimulai dari mereka yang berada di garis depan. Dengan membekali personel Port Security kemampuan mengenali, menolak, dan melaporkan potensi pelanggaran, perusahaan memperkuat fondasi tata kelola dari lapisan operasional.

Upaya ini sejalan dengan visi dan nilai dasar Danantara Indonesia yang menempatkan kepatuhan, transparansi, dan disiplin tata kelola sebagai prioritas utama untuk menjaga integritas sekaligus memastikan keberlanjutan perusahaan.