EkonomiHeadlineNasional

PLN Nusantara Power Buka Peluang Kolaborasi Energi Bersih dengan Bangladesh

×

PLN Nusantara Power Buka Peluang Kolaborasi Energi Bersih dengan Bangladesh

Sebarkan artikel ini
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah (kanan), Direktur Pengembangan Program Kelistrikan Kementerian ESDM Ahmad Amiruddin (kiri) saat menerima kunjungan delegasi Bangladesh di Muara Karang (24/8). PLN NP telah memiliki hubungan baik dengan Bangladesh melalui 2 projek yang berhasil diselesaikan pada tahun 2023 dan 2024 / Foto : PLN NP.

KaMedia – Pengalaman dan kapabilitas PLN Nusantara Power dalam mengelola pembangkit sekaligus mengembangkan inovasi energi bersih mendapat perhatian dari Bangladesh. Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan Menteri Energi dan Mineral Bangladesh, Iqbal Hassan Mahmood, MP, beserta delegasi ke Unit Pembangkitan (UP) Muara Karang, Jakarta.

Kunjungan ini menjadi momentum memperkuat hubungan Indonesia-Bangladesh di sektor energi sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, mulai dari pengelolaan pembangkit, peningkatan keandalan dan efisiensi operasi, hingga pengembangan teknologi rendah karbon.

Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah mengatakan, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat kerja sama sekaligus menunjukkan kapasitas PLN NP dalam menjawab tantangan transformasi ketenagalistrikan.

” Kami menyambut baik kunjungan Menteri Energi dan Mineral Bangladesh beserta delegasi ke UP Muara Karang. Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk saling bertukar pengalaman, mulai dari pengelolaan dan peningkatan keandalan pembangkit, inovasi teknologi, hingga pengembangan energi bersih. Kami berharap hubungan yang telah terjalin dapat terus berkembang menjadi kolaborasi yang memberikan manfaat bagi Indonesia dan Bangladesh,” ujar Ruly.

Hubungan PLN NP dengan Bangladesh bukanlah hal baru. Pada 2023 dan 2024, PLN NP terlibat dalam proyek pemeliharaan dan Major Inspection Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) berkapasitas 150 MW di Bangladesh.

Rekam jejak tersebut menjadi bukti bahwa kompetensi Indonesia di bidang pembangkitan telah dipercaya di tingkat internasional. Pengalaman tersebut sekaligus menjadi pijakan untuk memperluas kerja sama ke bidang yang lebih strategis, termasuk transisi energi.

Dalam kunjungannya, delegasi Bangladesh melihat langsung pengelolaan fasilitas pembangkitan di UP Muara Karang, termasuk berbagai inovasi yang dikembangkan PLN NP untuk menghadirkan sistem kelistrikan yang andal, efisien, dan berkelanjutan.

Salah satu yang menarik perhatian adalah Green Hydrogen Plant (GHP) Muara Karang, fasilitas yang menjadi bagian dari langkah PLN NP mengeksplorasi teknologi energi masa depan. Melalui proses elektrolisis dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan, fasilitas ini memproduksi hidrogen hijau sebagai salah satu solusi untuk mendukung transisi menuju energi rendah karbon.

Pengembangan GHP Muara Karang juga memperkuat langkah PLN NP dalam memperluas pemanfaatan solusi energi bersih sekaligus mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) 2060.

Menteri Energi dan Mineral Bangladesh Iqbal Hassan Mahmood, MP, mengapresiasi pengalaman PLN NP, baik dalam pengelolaan pembangkit maupun pengembangan inovasi energi di tengah agenda transisi energi.

” Hubungan Indonesia dan Bangladesh telah terjalin sangat baik, dan sektor energi menjadi salah satu ruang penting untuk memperkuat hubungan tersebut. Pengalaman PLN Nusantara Power dalam bekerja sama di Bangladesh merupakan bukti nyata bahwa kemitraan kedua negara telah menghasilkan kolaborasi konkret,” terang Iqbal.

Ia menilai pengalaman PLN NP dapat menjadi pembelajaran penting bagi Bangladesh, terutama dalam menghadapi perubahan lanskap energi global.

“Kami berharap kerja sama ini terus berkembang, tidak hanya dalam pembangkitan listrik, tetapi juga dalam pengembangan energi bersih dan teknologi masa depan,” lanjutnya.

Pertemuan di UP Muara Karang memperlihatkan semakin terbukanya peluang Indonesia untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan kompetensi ketenagalistrikan di tingkat global.

Bagi PLN NP, pengalaman operasional, penguasaan teknologi pembangkitan, digitalisasi, hingga pengembangan inovasi hijau menjadi modal penting untuk memperluas kontribusi ke luar negeri.

Transformasi tersebut terus dilakukan PLN NP melalui peningkatan keandalan dan efisiensi operasi, digitalisasi proses bisnis, serta pengembangan berbagai solusi energi hijau. Langkah ini sejalan dengan komitmen PLN Group membangun sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, efisien, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

Ke depan, pertukaran pengalaman Indonesia dan Bangladesh diharapkan tidak berhenti pada kerja sama pembangkitan. Kolaborasi dapat berkembang menuju pengembangan energi bersih dan teknologi masa depan—sekaligus menjadi contoh bagaimana kemitraan energi dapat menjembatani kepentingan bisnis, ketahanan energi, dan agenda dekarbonisasi kedua negara.