Gaya HidupSidoarjo

Semarak HUT RI Ke 81, Merawat Kebersamaan Dari Gang Kecil RT 33 Perumahan Graha Al – Ikhlas Sidoarjo

×

Semarak HUT RI Ke 81, Merawat Kebersamaan Dari Gang Kecil RT 33 Perumahan Graha Al – Ikhlas Sidoarjo

Sebarkan artikel ini
Kemeriahan yang sangat terasa dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan RT 33 RW 13, Perumahan Graha Al Ikhlas, Sedati Gede, Sidoarjo / Foto : Istimewa.

KaMedia – Kemerdekaan tidak selalu dirayakan dengan acara besar. Kadang, maknanya justru terasa paling kuat dalam suasana sederhana: ketika tetangga saling menyapa, anak-anak berani naik ke panggung, remaja mengambil peran, dan warga pulang membawa senyum.

Suasana itulah yang terasa dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan RT 33 RW 13, Perumahan Graha Al Ikhlas, Sedati Gede, Sidoarjo.

Hampir seluruh warga hadir dan terlibat. Bukan sekadar datang sebagai penonton, tetapi menjadi bagian dari acara. Ada yang menjadi panitia, pengisi acara, pembawa acara, pendukung kegiatan, hingga membantu menyediakan berbagai kebutuhan.

Peringatan kemerdekaan pun terasa bukan sebagai acara milik panitia, melainkan acara milik bersama.

Sejak persiapan hingga pelaksanaan, semangat gotong royong terlihat dari keterlibatan berbagai unsur warga. Termasuk para pelaku usaha yang tinggal di lingkungan RT 33. Salah satunya Perusahaan Catering Jatiroso yang turut memberikan dukungan untuk menyukseskan kegiatan.

Bagi warga, dukungan semacam itu bukan sekadar bantuan untuk sebuah acara. Ada pesan yang lebih besar: bahwa lingkungan tempat tinggal akan terasa hidup ketika setiap orang bersedia mengambil bagian.

Salah satu hal yang membuat perayaan tahun ini terasa berbeda adalah cara panitia melibatkan anak-anak.

Tidak hanya memilih beberapa anak yang dianggap paling berbakat, panitia berupaya memberikan kesempatan kepada seluruh anak di lingkungan RT 33 untuk tampil. Panggung pun berubah menjadi ruang bermain sekaligus ruang belajar.

Ada anak yang bernyanyi. Ada yang bercerita dan berpantun. Ada pula yang menunjukkan bakat atau melakukan aksi spontan yang membuat warga tertawa dan bertepuk tangan. Tidak semuanya harus sempurna. Justru di situlah letak kehangatannya.

Anak-anak belajar bahwa keberanian untuk berdiri di depan orang lain juga layak mendapatkan apresiasi. Mereka belajar berbicara, berekspresi, berkomunikasi, sekaligus membangun kepercayaan diri.

Setelah tampil, setiap anak mendapatkan angpau sebagai bentuk penghargaan. Bukan semata soal nominal hadiah, tetapi tentang pesan sederhana yang diterima anak-anak, keberanian untuk berpartisipasi dan memberikan yang terbaik patut dihargai.

Semangat lintas generasi juga terlihat dari keterlibatan remaja. MC utama dalam kegiatan tersebut merupakan salah seorang remaja RT 33. Ia mendapat kesempatan memandu jalannya acara sekaligus menunjukkan bahwa generasi muda memiliki ruang untuk mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat.

Keterlibatan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun, dari sanalah proses regenerasi berlangsung.

Anak-anak belajar dari remaja. Remaja belajar mengambil tanggung jawab. Orang tua memberikan kepercayaan dan dukungan. Sementara warga yang lebih senior menjadi bagian dari suasana yang menyatukan semuanya. Tidak ada sekat usia.

Semua hadir dalam satu ruang, dengan peran masing-masing. Ada satu lagi konsep yang membuat perayaan HUT RI di RT 33 terasa berbeda, tidak ada warga yang pulang dengan tangan kosong.

Jika doorprize biasanya diberikan melalui pengundian dan hanya sebagian peserta yang beruntung, panitia memilih pendekatan lain. Setiap warga yang hadir mendapatkan doorprize.

Konsep tersebut menjadi bentuk apresiasi sederhana atas waktu dan kehadiran warga. Sebab, di tengah kesibukan masing-masing, menyempatkan diri hadir dalam kegiatan lingkungan juga merupakan bentuk kepedulian.

Pesannya sederhana, terima kasih sudah datang, terima kasih sudah menjadi bagian dari kebersamaan ini.

Pada akhirnya, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di RT 33 bukan hanya tentang perlombaan, panggung hiburan, hadiah, atau kemeriahan acara. Yang lebih penting adalah apa yang tumbuh di antara semua itu.

Tentang tetangga yang semakin mengenal satu sama lain. Tentang anak-anak yang belajar berani. Tentang remaja yang dipercaya. Tentang orang tua yang memberi ruang. Tentang warga yang bersedia membantu tanpa harus menunggu diminta.

Kemerdekaan diterjemahkan dalam bentuk yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari: hadir, peduli, berbagi peran, bergotong royong, dan saling menghargai.

Dari sebuah lingkungan kecil di Graha Al Ikhlas, semangat itu terasa nyata. Sebab, sebuah kampung tidak hanya dibangun oleh rumah-rumah yang berdiri berdampingan. Ia dibangun oleh orang-orang yang memilih untuk saling menjaga.

Dan di RT 33 RW 13, perayaan kemerdekaan menjadi pengingat bahwa ketika semua warga diberi ruang untuk berperan, kebersamaan bukan lagi sekadar slogan.Ia menjadi pengalaman yang dirasakan bersama. Guyub. Rukun. Bersatu. Berkarya