HeadlineSurabaya

Viral Tuduhan Eksploitasi Anak, Pemkot Surabaya Pastikan Bocah 5 Tahun Bersekolah dan Diasuh Baik oleh Ayahnya

×

Viral Tuduhan Eksploitasi Anak, Pemkot Surabaya Pastikan Bocah 5 Tahun Bersekolah dan Diasuh Baik oleh Ayahnya

Sebarkan artikel ini
Sunardi bermain bersama anaknya A. Sebelumnya viral di media sosial terkait sosok Sunardi, ayah yang dituduh menelantarkan anaknya di Pasar Keputran / Foto : Diskominfo Surabaya

KaMedia – Viralnya video di media sosial yang menuding seorang bocah berusia lima tahun menjadi korban penelantaran dan eksploitasi oleh ayah kandungnya langsung mendapat perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Tak ingin simpang siur informasi terus berkembang, Pemkot bersama kepolisian bergerak cepat melakukan klarifikasi dan pendalaman.

Hasil sementara menunjukkan belum ditemukan bukti yang menguatkan tuduhan bahwa sang ayah mengeksploitasi anaknya dengan mengajak mengemis maupun mengamen.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Surabaya, Ida Widayati, mengatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan Polres untuk memastikan kondisi anak sekaligus menelusuri kebenaran informasi yang ramai diperbincangkan masyarakat.

“Tadi malam kami klarifikasi dengan teman-teman Polres terkait berita bahwa ada anak yang dieksploitasi oleh bapaknya untuk mengemis, untuk mengamen,” ujar Ida saat mengunjungi rumah anak tersebut di kawasan Dinoyo, Surabaya, Jumat (31/7/2026).

Tak hanya berkoordinasi dengan kepolisian, tim DP3A-PPKB juga mendatangi langsung rumah tempat anak tersebut tinggal. Dari hasil kunjungan itu, anak diketahui dalam kondisi sehat, ceria, dan masih berada dalam pengasuhan ayahnya.

Alhamdulillah kami sudah ketemu dengan anaknya dan anaknya dalam kondisi baik-baik saja dalam pengasuhan bapaknya,” katanya.

Pemkot Surabaya juga meminta keterangan dari ibu kandung yang sebelumnya menyampaikan dugaan eksploitasi tersebut. Namun hingga kini, bukti yang mendukung tuduhan tersebut belum dapat ditunjukkan.

“Sampai saat ini kami belum mendapatkan bukti itu. Termasuk teman-teman Polres tadi malam juga menunggu bukti dari yang disampaikan ibunya,” jelas Ida.

Karena itu, ia menegaskan bahwa sejauh ini belum ada fakta yang membenarkan informasi yang beredar di media sosial.

“Sampai saat ini belum ada klarifikasi kebenaran dari apa yang disampaikan oleh ibunya,” imbuhnya.

Selain memastikan kondisi anak secara langsung, DP3A-PPKB juga mengecek aktivitas pendidikan bocah tersebut. Hasilnya, anak diketahui masih aktif bersekolah dan rutin diantar oleh ayahnya.

” Jadi sementara kami memang percaya bapaknya, karena bapaknya sudah bisa melakukan pengasuhan dengan baik. Anaknya juga sudah disekolahkan. Tadi pagi kami cek ke sekolahnya juga anaknya sekolah dan diantar oleh bapaknya,” ungkap Ida.

Dari sisi psikologis, tim pendamping juga tidak menemukan tanda-tanda trauma pada diri anak. Selama proses asesmen, bocah itu tampak ceria, mudah berinteraksi, dan tidak menunjukkan rasa takut.

“Secara psikologi anaknya baik-baik saja, tidak ada trauma. Dia bermain, berkomunikasi dengan baik. Dengan kami pun juga tidak ada ketakutan, langsung bisa akrab,” tuturnya.

Kasus ini mencuat setelah seorang perempuan mengaku berupaya mendapatkan kembali putrinya yang berinisial A (5). Ia menyebut anak tersebut dibawa mantan suaminya sejak awal Maret 2026 setelah sebelumnya diantar menginap saat libur sekolah. Namun ketika hendak dijemput untuk kembali bersekolah, sang mantan suami disebut tidak mengembalikan anak tersebut.

Menanggapi tuduhan yang beredar, Sunardi selaku ayah A membantah keras seluruh tudingan tersebut. Ia menegaskan telah menjalankan tanggung jawab sebagai orang tua dengan memberikan pendidikan, nafkah, dan kebutuhan hidup yang layak bagi putrinya.

” Saya memberikan A pendidikan yang baik, memberi nafkah yang baik, memberi makan selayaknya seorang ayah kepada anak. Apa yang diceritakan di luar itu semua tidak benar. Itu semua fitnah,” tegasnya.

Ia juga membantah tuduhan bahwa putrinya pernah diajak mengamen maupun mengemis.

“Apa yang diceritakan di luar itu semua tidak benar. Saya enggak pernah menyuruh anak saya ngamen, mengemis,” katanya.

Pernyataan serupa disampaikan kakak kandung Sunardi, Hariyanto. Menurutnya, A selama ini diasuh dengan baik dan seluruh kebutuhan sehari-harinya tercukupi.

“Kalau A sama ayahnya ya baik-baik saja. Kalau di Pasar Keputran ya sekadar main. Kalau terkait makan sudah dicukupi sama ayahnya,” ujarnya.

Hariyanto juga membantah keponakannya pernah diajak mengemis atau ditelantarkan. Ia mengatakan keluarga besar turut membantu merawat A.

“Enggak pernah diajak ngemis, itu enggak pernah. Apalagi ditelantarkan, itu enggak ada. Semua saudaranya Sunar tanggung jawab sama keponakan, bantu. Kasih jajan, kasih makan. Enggak pernah ditelantarkan,” tegasnya.

Menurutnya, keseharian A lebih banyak diisi dengan sekolah dan bermain bersama saudara maupun anak-anak di sekitar Pasar Keputran.

Keterangan senada juga disampaikan kakak kandung Sunardi lainnya, Iramawati. Ia menilai tuduhan yang beredar tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“(Tuduhan) palsu itu semua, apalagi ditelantarkan. Apalagi dibilang minta-minta, itu tidak benar,” katanya.

Ia menjelaskan, keberadaan A di Pasar Keputran sebagaimana terlihat dalam video yang viral hanya untuk bermain sambil menemani tantenya berjualan cabai.

“Di Pasar Keputran itu cuma main-main saja. Ikut tantenya jualan cabai, peracangan di Pasar Keputran,” tutupnya.,