EkonomiHeadlineJatimSurabaya

PLN Pacu Transisi Energi Lewat Penambahan SPKLU di Koridor Ekonomi Solo–Ngawi

×

PLN Pacu Transisi Energi Lewat Penambahan SPKLU di Koridor Ekonomi Solo–Ngawi

Sebarkan artikel ini
PLN menghadirkan SPKLU diwilayah perbatasan Jatim. -Jateng / Foto : PLN UID Jatm

KaMedia – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur terus memperkuat infrastruktur kendaraan listrik dengan menambah titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Rest Area Tol 575A dan 575B pada ruas Tol Solo–Ngawi. Penambahan lima unit SPKLU berkapasitas masing-masing 180 kW tersebut menjadi bagian dari strategi PLN memperluas ekosistem kendaraan listrik sekaligus mendukung percepatan transisi energi nasional.

Kehadiran SPKLU di jalur utama penghubung Jawa Tengah dan Jawa Timur dinilai memiliki nilai strategis karena meningkatkan kenyamanan dan kepastian perjalanan bagi pengguna kendaraan listrik yang melakukan mobilitas antardaerah. Penambahan infrastruktur ini juga diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan fasilitas pengisian daya (range anxiety), yang selama ini menjadi salah satu tantangan dalam adopsi kendaraan listrik.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur, Eric Rossi Priyo Nugroho, mengatakan pengembangan jaringan SPKLU merupakan bentuk dukungan PLN terhadap program pemerintah dalam mempercepat penggunaan kendaraan listrik sekaligus mencapai target Net Zero Emissions (NZE) 2060.

” Setiap kendaraan listrik yang menggunakan energi listrik merupakan langkah kecil yang memberikan dampak besar bagi lingkungan. Semakin lengkap infrastruktur pengisian daya yang kita bangun, semakin besar pula kepercayaan masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik. Inilah kontribusi nyata PLN dalam mendukung target NZE sekaligus mewujudkan masa depan energi yang lebih bersih bagi generasi mendatang,” ujar Eric.

Dari sisi ekonomi, ekspansi infrastruktur SPKLU dipandang menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Semakin luas jaringan pengisian daya, semakin tinggi potensi peningkatan penggunaan kendaraan listrik yang pada akhirnya dapat mendorong investasi, menciptakan peluang usaha baru di sektor pendukung, serta memperkuat industri energi bersih nasional.

Selain memperluas layanan di ruas tol, PLN juga meresmikan SPKLU di Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Kabupaten Magetan. Langkah ini menunjukkan upaya pemerataan akses infrastruktur kendaraan listrik hingga ke kawasan pendidikan dan keagamaan, sekaligus memperluas edukasi mengenai pemanfaatan energi bersih kepada masyarakat.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, K.H. Anwar Mughist, mengapresiasi kehadiran fasilitas tersebut. Menurutnya, SPKLU tidak hanya memberikan kemudahan bagi pengguna kendaraan listrik, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi santri dan masyarakat mengenai pentingnya transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.

” Kami mengapresiasi kepercayaan dan dukungan PLN yang telah menghadirkan SPKLU di Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro. Kehadiran fasilitas ini tidak hanya memberikan kemudahan bagi pengguna kendaraan listrik, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi santri dan masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan energi bersih serta menjaga kelestarian lingkungan. Semoga kolaborasi ini membawa manfaat yang semakin luas bagi umat dan masyarakat,” kata Anwar.

Melalui perluasan jaringan SPKLU di jalur strategis maupun kawasan masyarakat, PLN menegaskan perannya sebagai penggerak utama pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional. Penguatan infrastruktur tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hijau, meningkatkan daya saing Indonesia dalam industri energi bersih, serta mempercepat tercapainya target transisi energi menuju NZE 2060.