HeadlinePolitikSurabaya

Setelah Hampir Satu Dekade Menjauh, PKB Surabaya Akhirnya Kembali ke PCNU: Isyarat Rekonsiliasi atau Manuver Politik?

×

Setelah Hampir Satu Dekade Menjauh, PKB Surabaya Akhirnya Kembali ke PCNU: Isyarat Rekonsiliasi atau Manuver Politik?

Sebarkan artikel ini
Setelah nyaris satu dekade tanpa jejak silaturahmi resmi, DPC PKB Surabaya akhirnya kembali menginjakkan kaki di Kantor PCNU Surabaya, Senin (13/7) malam / Foto : Istimewa.

KaMedia – Setelah nyaris satu dekade tanpa jejak silaturahmi resmi, DPC PKB Surabaya akhirnya kembali menginjakkan kaki di Kantor PCNU Surabaya, Senin (13/7) malam. Pertemuan yang dipimpin Ketua DPC PKB Surabaya M. Faridz Afif itu seolah menjadi penanda berakhirnya hubungan yang lama membeku antara partai yang lahir dari rahim NU dengan rumah besarnya sendiri.

Rombongan PKB diterima langsung oleh Rais Syuriyah PCNU Surabaya KH. Dzul Hilmi dan Ketua PCNU Surabaya H. Masduki Toha. Namun, suasana hangat itu tak menutupi fakta bahwa hubungan kedua pihak sempat terputus cukup lama.

“Kalau dihitung mungkin sejak 2017, DPC PKB Surabaya tidak pernah lagi datang ke kantor PCNU. Saya tidak tahu ada problem apa,” ungkap Masduki Toha secara terbuka.

Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa kerenggangan hubungan memang nyata. Padahal, menurut Masduki, PKB sejatinya bukan orang lain bagi NU.

” PKB itu ibarat konco lawas. Lahir dari NU,” katanya.

Masduki kemudian mengingatkan besarnya potensi politik warga Nahdliyin di Surabaya. Dari sekitar tiga juta penduduk, sekitar 80 persen beragama Islam dan diperkirakan 65–70 persen merupakan warga NU.

Dengan basis sebesar itu, ia meminta kader PKB di DPRD Surabaya benar-benar menjadi penyambung aspirasi Nahdliyin, bukan sekadar menikmati dukungan politiknya.

“Kalau ada masalah kemarin, kita buang jauh-jauh. Ini bentuk khidmah kepada NU,” tegasnya.

Ia bahkan menitipkan pesan yang sarat makna kepada PKB.

“Di legislatif punya program dan anggaran. Kami di sini punya umat.”

Sementara itu, Ketua DPC PKB Surabaya M. Faridz Afif mengakui bahwa kunjungan tersebut menjadi yang pertama sejak 2017. Ia berharap hubungan kelembagaan yang lama terputus kini kembali terjalin.

“Insya Allah bisa kembali berkhidmah kepada PCNU Surabaya,” ujarnya.

Afif juga menegaskan dirinya bukan sosok asing di lingkungan NU. Ia mengaku pernah aktif sebagai Ketua IPNU dan kader Ansor Surabaya.

” NU saya tidak perlu diragukan, 24 karat,” katanya.

Sebagai penutup, Afif bahkan memberi sinyal bahwa komunikasi antara PKB dan PCNU kini kembali terbuka lebar.

“Kalau para kiai membutuhkan sesuatu dari PKB, tidak perlu sungkan. Tinggal bilang, kami siap.” ujarnya.

Pertemuan ini pun memunculkan pertanyaan yang sulit dihindari: apakah ini benar-benar awal rekonsiliasi setelah hubungan yang membeku hampir satu dekade, atau menjadi pembuka konsolidasi politik menjelang kontestasi politik berikutnya? Waktu yang akan menjawab.