KaMedia – Di tengah derasnya arus transformasi global, pengembangan ilmu pengetahuan menjadi kunci dalam mendorong kemajuan bangsa. Menjawab tantangan tersebut, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan inovasi pendidikan dengan mengukuhkan enam guru besar baru pada upacara akademik yang berlangsung di Auditorium Gedung Research Center ITS.
Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD menegaskan bahwa lahirnya seorang guru besar merupakan aset strategis bagi institusi sekaligus bangsa. Menurutnya, para profesor memiliki peran penting sebagai motor penggerak pengembangan ilmu pengetahuan untuk mewujudkan visi ITS sebagai kampus yang tangguh, berdampak, dan mendunia.
“Melalui ketekunan serta integrasi keilmuan para profesor, ITS berkomitmen tidak hanya melahirkan pencapaian akademik, tetapi juga menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Bambang.
Rangkaian orasi ilmiah diawali oleh Guru Besar ke-247 ITS, Prof Dr Ir Syamsul Arifin MT, yang mengangkat tema Peran Pemodelan Sistem Kecerdasan Buatan Mendorong Inovasi dan Transformasi Pendidikan Tinggi di Indonesia. Dalam paparannya, ia memperkenalkan konsep System Modeling Based on Artificial Intelligence (SYMBA-AI) yang dipadukan dengan kerangka kerja Conceive, Design, Implement, and Operate (CDIO). Menurut profesor dari Departemen Teknik Fisika ITS tersebut, integrasi kedua konsep mampu menghasilkan sistem yang adaptif, prediktif, dan berbasis data untuk mendukung pengembangan kurikulum pendidikan tinggi.
Prosesi kemudian dilanjutkan oleh Guru Besar ke-248 ITS, Prof Hosta Ardhyananta ST MSc dari Departemen Teknik Material dan Metalurgi ITS melalui orasi berjudul Peran Teknik Material Komposit Polimer untuk Kemandirian Teknologi Nasional. Ia memperkenalkan inovasi Hybrid Syntactic Foam berbasis matriks epoksi yang memanfaatkan serat mikro dari limbah tandan kosong kelapa sawit. Material komposit tersebut memiliki densitas rendah, tetapi tetap memiliki kekuatan mekanik tinggi sehingga berpotensi diterapkan pada sektor transportasi hingga pertahanan.
Selanjutnya, Guru Besar ke-249 ITS sekaligus satu-satunya profesor perempuan yang dikukuhkan pada kesempatan tersebut, Prof Ipung Fitri Purwanti ST MT PhD dari Departemen Teknik Lingkungan ITS, menyampaikan orasi bertajuk Bioremediasi: Eksplorasi Potensi Mikroorganisme sebagai Solusi Alami dan Berkelanjutan dalam Pemulihan Lingkungan Tercemar. Melalui pemanfaatan bakteri alami yang diisolasi dari tanah tercemar kerosin, risetnya terbukti mampu menurunkan kadar hidrokarbon maupun logam berat secara efektif dan berkelanjutan hingga skala lapangan.
Orasi ilmiah berikutnya disampaikan oleh Guru Besar ke-250 ITS, Prof Dr Eng Kusdianto ST MSc Eng dari Departemen Teknik Kimia ITS. Dalam presentasi berjudul Sintesa Komposit Material Solusi Pengolahan Limbah di Indonesia, ia menjelaskan pengembangan komposit seng oksida berbasis teknologi fotokatalis yang mampu menguraikan polutan cair sekaligus menekan emisi gas beracun secara efektif.
Sementara itu, Guru Besar ke-251 ITS, Prof Data Iranata ST MT PhD dari Departemen Teknik Sipil ITS, mengangkat tema Pemodelan dan Analisa Struktur sebagai Tahap Penting dalam Perencanaan Suatu Konstruksi Bangunan. Ia menjelaskan bahwa rekayasa model sambungan komposit memungkinkan tingkat kerusakan bangunan akibat gempa diprediksi sekaligus dikendalikan secara lebih optimal, sehingga meningkatkan keamanan konstruksi.
Menutup rangkaian orasi ilmiah, Guru Besar ke-252 ITS, Prof Dr Eng Ardyono Priyadi ST MEng dari Departemen Teknik Elektro ITS, memaparkan inovasi bertajuk Membangun Sistem Tenaga Listrik Masa Depan dengan Mempertimbangkan Dinamika Sistem Tenaga Listrik untuk Keandalan dan Ketangguhan Jaringan Modern. Melalui integrasi teknologi superkapasitor, riset yang dikembangkannya terbukti mampu meningkatkan toleransi sistem sekaligus mengurangi risiko pemadaman listrik berskala besar.
Pengukuhan enam guru besar baru ini menjadi bukti nyata komitmen ITS dalam memperkuat ekosistem pendidikan, riset, dan inovasi. Kehadiran para profesor tidak hanya memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, tetapi juga mempercepat lahirnya solusi bagi berbagai tantangan nasional melalui pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Dengan bertambahnya enam profesor baru, ITS semakin memperkokoh perannya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat, yaitu menjamin pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan bagi semua.











