EkonomiJatim

Menjaga Harapan dari Pantai Serang: Saat Energi Baik Bertemu Para Penjaga Tukik di Blitar

×

Menjaga Harapan dari Pantai Serang: Saat Energi Baik Bertemu Para Penjaga Tukik di Blitar

Sebarkan artikel ini
Wisatawan asing melakukan kegiatan konservasi pada area inkubasi telur penyu didampingi Sardi selaku Ketua Kelompok Konservasi Penyu Segoro Lestari. / Foto : istimewa

KaMedia – ​Di bawah temaram langit malam Pesisir Pantai Serang, Kabupaten Blitar, sekelompok pria berjalan perlahan menyisir garis pantai. Mata mereka jeli menatap pasir basah, mencari jejak-jejak samar yang ditinggalkan oleh sang pengembara samudra: penyu abu-abu yang hendak bertelur.

​Bagi para relawan di Konservasi Penyu Segoro Lestari, setiap musim bertelur adalah pertaruhan waktu. Di luar sana, ancaman nyata mengintai calon-calon tukik (anak penyu). Mulai dari predator alami, perubahan iklim yang ekstrem, hingga tangan-tangan jahil manusia yang mengincar telur mereka untuk diperjualbelikan.

​Menjaga kelestarian penyu adalah kerja sunyi yang melelahkan. Namun kini, beban di pundak para relawan terasa lebih ringan berkat hadirnya sebuah kolaborasi yang membawa energi baru.

​Komitmen nyata datang dari PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Brantas. Sejak Agustus 2024, lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan energi ini ikut “turun ke pantai” untuk memastikan satwa purba dilindungi ini memiliki kesempatan hidup yang lebih tinggi.

​Dukungan yang mengalir tidak main-main. Mulai dari membangun pagar pengaman kawasan, bak inkubasi telur, kolam karantina tukik, tribun edukasi, hingga sebuah rumah singgah. Bahkan belum lama ini, tepatnya Senin (22/6/2026), PLN NP UP Brantas kembali memperkuat fasilitas tersebut dengan meremajakan area konservasi dan menambah bak inkubasi baru.

​Bagi Ketua Kelompok Konservasi Penyu Segoro Lestari, Sardi, bantuan ini datang di waktu yang sangat tepat.

​”Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang terus diberikan. Bantuan ini sangat membantu kami dalam menghadapi musim penyu bertelur yang saat ini sedang berlangsung,” ujar Sardi dengan mata berbinar.

​Maklum saja, beberapa tahun terakhir, kesadaran warga meningkat dan jumlah telur penyu yang berhasil diselamatkan melonjak tajam. Tanpa adanya bak inkubasi baru dari PLN NP, kapasitas penampungan mereka tentu akan kelebihan muatan.

​Upaya menyelamatkan penyu tidak akan pernah tuntas jika masyarakatnya sendiri tidak peduli. Menyadari hal itu, PLN NP dan relawan Segoro Lestari tidak hanya fokus pada penetasan, tetapi juga pada aspek edukasi.

​Kini, kawasan konservasi ini dilengkapi dengan perangkat audio, proyektor, dan pengeras suara untuk mempermudah edukasi. Humas dan Publikasi Kelompok Konservasi, Impron Rosadi, menceritakan bagaimana fasilitas ini mengubah cara mereka mengedukasi wisatawan dan pelajar melalui program “Turtle Talk”.

​”Setiap tahun kami menerima kunjungan dari pelajar, mahasiswa, hingga wisatawan yang ingin belajar. Bantuan perangkat audio ini sangat membantu menyampaikan materi edukasi kepada pengunjung agar informasi diterima dengan lebih baik,” jelas Impron.

​Uniknya, selain konservasi alam, masyarakat sekitar juga diberdayakan secara ekonomi melalui pelatihan ecobatik, menciptakan harmoni antara kelestarian lingkungan dan kesejahteraan warga lokal.

​Napas kelestarian ini bukan hal baru bagi PLN Nusantara Power. Direktur Utama PLN NP, Ruly Firmansyah, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen untuk tidak sekadar hadir sebagai penyedia setrum nasional, melainkan juga sebagai pelindung keanekaragaman hayati Indonesia. Selain di Blitar, lewat UP Pacitan, PLN NP bahkan telah konsisten mendampingi konservasi penyu sejak tahun 2016 di Pantai Taman, Pantai Kili-Kili, dan Pantai Pancer.

​“Setiap tukik yang berhasil menetas dan kembali ke laut membawa harapan bagi keberlangsungan ekosistem pesisir kita. Melalui kolaborasi bersama komunitas dan masyarakat lokal, kami ingin memastikan bahwa warisan alam Indonesia tetap terjaga untuk generasi mendatang,” tutur Ruly.

​Saat senja melarut di Pantai Serang, puluhan tukik kecil dilepaskan dari bibir pantai. Kaki-kaki kecil mereka bergerak lincah, bergegas menyambut gulungan ombak samudra luas. Di belakang mereka, para relawan dan insan PLN NP berdiri menatap bangga.

​Satu per satu tukik itu hilang ditelan biru laut, membawa pergi secuil harapan yang berhasil dijaga bersama dari pesisir Blitar.