KaMedia – Momen yang selama ini ditunggu-tunggu publik akhirnya terjadi. Bupati Sidoarjo Subandi dan Wakil Bupati Mimik Idayana kembali tampil bersama dalam satu agenda resmi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Kehadiran keduanya dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 langsung menyedot perhatian, bahkan mengalahkan sorotan terhadap ribuan pohon yang ditanam dalam program Sidoarjo Asri.
Di tengah berbagai spekulasi publik yang menilai keduanya jarang terlihat bersama dalam sejumlah agenda pemerintahan, kebersamaan Subandi dan Mimik di Taman Flyover Djuanda Aloha, Jumat (12/6/2026), menjadi pemandangan yang tak luput dari perhatian.
Tak sekadar hadir, keduanya terlihat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan penghijauan sejak awal hingga akhir. Mereka duduk berdampingan, menanam pohon bersama, hingga beberapa kali terlihat berinteraksi dalam suasana santai.
Program Sidoarjo Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sendiri menjadi momentum besar bagi Pemkab Sidoarjo dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Ribuan aparatur sipil negara (ASN) dikerahkan untuk menanam satu pohon pucuk merah per orang di berbagai titik kota.
Gerakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas ruang terbuka hijau sekaligus mendukung program Indonesia Asri yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
“Ini bagian dari dukungan terhadap Indonesia Asri. Hari ini kita menanam pucuk merah dengan konsep satu ASN satu pohon,” kata Subandi.
Ia menegaskan penghijauan tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Menurutnya, gerakan tersebut akan terus diperluas hingga menjangkau desa-desa dan sekolah.
“Ke depan tidak hanya ASN, sekolah-sekolah juga akan kita libatkan,” ujarnya.
Namun di balik semangat penghijauan itu, perhatian publik justru tertuju pada chemistry dua pucuk pimpinan Kabupaten Sidoarjo tersebut.
Saat bertemu, Mimik Idayana langsung menyapa dan menjabat tangan Subandi. Suasana cair pun tercipta ketika Mimik melontarkan candaan soal pakaian yang dikenakannya.
“Pak Bupati, iki kostumku salah, nggak podo iki. Waaah, iki bukan salahku, iyo salahe protokol,” ucapnya sambil tertawa.
Candaan sederhana itu sontak mengundang senyum para peserta yang hadir. Momen tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa hubungan keduanya tampak hangat dan cair di hadapan publik.
Tak sedikit yang menilai kemunculan bersama ini memiliki makna lebih dari sekadar agenda penanaman pohon. Pasalnya, dalam beberapa waktu terakhir publik kerap mempertanyakan minimnya kebersamaan Subandi dan Mimik dalam sejumlah kegiatan pemerintahan.
Karena itu, kemunculan mereka dalam satu panggung resmi memunculkan berbagai tafsir. Ada yang melihatnya sebagai sinyal kuat soliditas kepemimpinan di Pemkab Sidoarjo, ada pula yang menilai momen tersebut sebagai jawaban atas berbagai spekulasi yang berkembang.
Yang jelas, pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia kali ini, bukan hanya ribuan pohon pucuk merah yang ditanam. Kebersamaan Subandi dan Mimik juga seolah menanam pesan tersendiri di tengah publik Sidoarjo: bahwa duet kepemimpinan daerah itu kembali terlihat berjalan beriringan.
Apakah ini sekadar kebetulan dalam sebuah agenda lingkungan, atau menjadi penanda meredanya berbagai spekulasi yang selama ini berembus? Waktu yang akan menjawab. Namun satu hal pasti, kemunculan Subandi dan Mimik dalam satu barisan menjadi momen yang paling banyak diperbincangkan dari kegiatan penghijauan tersebut.











