HeadlinePemerintahanSidoarjo

Frontage Road Waru–Buduran Dikebut, Pemkab Sidoarjo Pasang Target Rampung Awal November

×

Frontage Road Waru–Buduran Dikebut, Pemkab Sidoarjo Pasang Target Rampung Awal November

Sebarkan artikel ini
Pemkab Sidoarjo akan menuntaskan proyek pembangunan Frontage Road Waru–Buduran, yang direncanakan rampung awal November mendatang / Foto : Fifin Jun.

KaMedia – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mempercepat pembangunan Frontage Road Waru–Buduran dengan target tuntas pada awal November 2026. Percepatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas saat proyek Flyover Gedangan mulai memasuki tahap konstruksi.

Keberadaan frontage road dinilai menjadi kunci penting untuk mengurangi potensi kemacetan dan memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar selama proyek strategis tersebut berlangsung.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo, Muhammad Makhmud, menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah menyelesaikan pembangunan frontage road sisi selatan. Pasalnya, jalur tersebut masih terputus karena adanya bangunan yang berdiri di atas trase jalan.

“Saat ini kami sudah masuk tahap lelang sekaligus proses persiapan pembongkaran bangunan yang masih digunakan sebagai bengkel. Ini menjadi pekerjaan prioritas karena akses jalan belum tersambung,” ujarnya, Sabtu (6/6).

Menurut Makhmud, pembongkaran bangunan ditargetkan dapat dimulai pada Juli mendatang. Setelah lahan dinyatakan steril, pekerjaan konstruksi akan langsung dikebut agar target penyelesaian pada tahun ini dapat tercapai sesuai jadwal.

Tak hanya itu, Pemkab Sidoarjo juga memanfaatkan lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang berada di belakang Stasiun Waru untuk mendukung konektivitas proyek. Saat ini, pemerintah masih menunggu hasil appraisal sebagai dasar penentuan nilai sewa lahan tersebut.

Di sisi lain, persoalan sosial yang sempat menjadi perhatian juga mulai menemukan titik terang. Makam warga di Desa Kedungrejo yang terdampak proyek telah disepakati untuk direlokasi ke lahan kosong yang berada di sisi utara lokasi saat ini.

“Sudah aman. Makam Kedungrejo dipindahkan ke sebelah utara dan masih berada di wilayah Kedungrejo,” kata Makhmud.

Proyek lanjutan Frontage Road Waru–Buduran sendiri memiliki nilai pembangunan sebesar Rp3,75 miliar. Saat ini proses pengadaan masih berada pada tahap tender ulang. Pemkab optimistis pemenang lelang segera ditetapkan sehingga pekerjaan fisik dapat dimulai tanpa hambatan berarti.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, frontage road ini akan menjadi jalur alternatif penting yang menopang kelancaran lalu lintas di kawasan Waru, Gedangan, hingga Buduran saat proyek flyover berlangsung.