KaMedia – Bertepatan dengan momentum sakral peringatan Hari Lahir Pancasila, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Gedung Graha Nusantara di SMA Negeri 2 Surabaya (SMADA). Fasilitas megah berkapasitas 400 penonton dengan konsep teater ini merupakan buah manis dari gotong royong para alumni yang tergabung dalam IKASMADABAYA. Sinergi ini dinilai sebagai wujud nyata kepedulian lintas generasi dalam mendongkrak kualitas pendidikan di Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya terhadap ikatan batin para alumni SMADA yang tetap kuat meski telah sukses berkarier di berbagai sektor. Kehadiran gedung baru senilai Rp3 miliar ini dianggap sebagai bukti hidup bahwa kolaborasi antara pemerintah, sekolah, orang tua, hingga alumni bisa menjadi motor penggerak pendidikan modern yang adaptif.
“Hari ini adalah hari yang akan membangun penguatan kita sebagai sebuah bangsa. Alumni SMADA yang sekarang beraktivitas mengabdikan diri dari berbagai profesi di berbagai sektor. Hari ini hatinya merah putih, pikirannya merah putih, dan gerakannya juga merah putih. SMADA luar biasa kontribusinya,” puji Gubernur Khofifah dengan penuh semangat.
Lebih lanjut, Khofifah mengaitkan peresmian ini dengan nilai historis mendalam yang dimiliki SMADA Surabaya. Sebagai sekolah yang pernah menempa Sang Proklamator sekaligus Presiden Pertama RI, Bung Karno, ia meyakini ada energi nasionalisme yang terus mengalir di setiap sudut sekolah ini.
“Presiden RI pertama Bung Karno tercatat pernah ditempa di lingkungan SMADA. Secara nasab pemikiran, beliau meyakini ada aliran kekuatan terhadap karakter dan nilai kebangsaan bagi ikatan alumni dan siswa yang sedang belajar dalam mengawal perjalanan bangsa Indonesia ke depan,” jelas Khofifah.
Komitmen Pemprov Jatim untuk menyokong SMADA Surabaya tidak berhenti sampai di situ. Khofifah mengumumkan rencana besar revitalisasi 15 ruang kelas pada bulan Juni ini dengan total suntikan dana mencapai Rp1,5 miliar dari Pemprov Jatim dan sekitar Rp781 juta dari Kemendikti RI. Langkah ini diambil demi mempersiapkan generasi muda Jawa Timur dalam menyambut Bonus Demografi 2035 dan Indonesia Emas 2045.
“Ruang kelas itu adalah bagian dari penguatan bagaimana tumbuh kembang anak-anak terbangun. Semangat mereka untuk terus bertumbuh berkembang lebih baik dan lebih baik lagi,” tegas Khofifah. Ia juga optimis Jatim akan terus mempertahankan prestasinya sebagai provinsi dengan tingkat kelulusan tertinggi ke perguruan tinggi negeri selama tujuh kali berturut-turut. “Saat nantinya Indonesia Emas 2045, Insya Allah yang mendapatkan posisi pos strategis di negeri ini sebagian besar adalah anak-anak Jawa Timur. Kita ingin menyiapkan Jawa Timur Juara, pantas menjadi juara dan memang kita sudah jadi juara.”
Kepedulian nyata juga ditunjukkan dalam acara tersebut melalui penyerahan bantuan biaya pendidikan masing-masing sebesar Rp1 juta kepada 10 murid berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Senada dengan optimisme Gubernur, Ketua IKASMADABAYA, Nora Lelyana, menceritakan bagaimana perjuangan panjang pembangunan Graha Nusantara yang dimulai sejak perencanaan pada Oktober 2024 hingga peletakan batu pertama di Februari 2025. Dari yang semula hanya berkapasitas 150 orang, gedung ini kini menjelma menjadi gedung teater modern berkapasitas 400 orang berkat dana swadaya mutlak dari para alumni.
“Pembangunan Graha Nusantara ini murni dari gotong royong para alumni yang diharapkan bisa menjadi sebagai sebuah legacy. Graha Nusantara ini dibangun dengan rasa cinta dan keikhlasan para alumni dan donatur. Ketika semua bergandengan tangan, bisa membuat harapan menjadi kenyataan,” tutur Nora haru sekaligus bangga.
Gubernur Khofifah pun menutup prosesi dengan pesan mendalam bagi seluruh keluarga besar SMADA untuk terus menjaga dedikasi ini demi bangsa. “Ketika panjenengan sudah menyatukan dan bergandengan tangan, menguatkan semangat, sesungguhnya SMADA telah memberikan dedikasi dari kontribusi untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.











