KaMedia – Komitmen untuk menyulap Kota Delta menjadi kota metropolis yang nyaman terus dikebut. Kali ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mendapat suntikan segar melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT BPR Bank Delta Artha (Perseroda) yang dialokasikan khusus untuk membenahi infrastruktur jalan yang rusak.
Direktur PT BPR Bank Delta Artha, Sofia Nurkrisnajati Atmaja, S.T., M.M., menegaskan bahwa pencairan dana CSR ini akan direalisasikan penuh pada bulan Juni ini. Langkah tersebut merupakan bukti nyata dukungan Bank Delta Artha sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam menyokong visi besar Pemkab Sidoarjo.
“Sinergi ini adalah wujud komitmen Bank Delta Artha sebagai BUMD untuk terus mendukung Pemkab Sidoarjo. Kami ingin bersama-sama mewujudkan visi menjadikan Kota Delta sebagai kota metropolis. Dana CSR ini akan kami gunakan untuk perbaikan jalan rusak agar Kota Delta bisa segera bertransformasi,” ujar Sofia menjelaskan tujuan utama program ini.
Gayung bersambut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo, Muhammad Makhmud, membenarkan sekaligus menyambut baik adanya bantuan tersebut. Menurutnya, dukungan dari BPR Delta Artha ini sangat krusial karena mampu mempercepat penanganan jalan rusak di lapangan tanpa harus menunggu birokrasi anggaran rutin dari pemerintah daerah.
“Benar, ada bantuan CSR dari BPR Delta Artha Perseroda untuk perbaikan dan pemeliharaan jalan,” kata Makhmud mengonfirmasi kerja sama tersebut.
Mengenai teknis di lapangan, Makhmud menjelaskan bahwa pemeliharaan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan yang ada. Untuk jalanan yang berlubang, petugas akan melakukan penambalan, sedangkan untuk ruas jalan dengan tingkat kerusakan yang cukup parah akan langsung diberi tindakan pengaspalan ulang atau overlay.
Saat ini, pihak DPUBMSDA tengah mematangkan pemetaan untuk menentukan skala prioritas. Setidaknya sudah ada sekitar 50 ruas jalan yang masuk ke dalam daftar usulan, dan jumlah tersebut masih bisa bertambah sesuai dengan hasil survei lapangan serta laporan dari warga.
“Pemeliharaan kami prioritaskan di wilayah yang butuh penanganan cepat,” tambah Makhmud.
Pihak dinas memastikan beberapa kawasan yang kini menjadi perhatian utama di antaranya adalah Jalan Raya Lingkar Timur, Gedangan, Buduran, serta kawasan Sidoarjo barat seperti Tarik dan Prambon. Melalui eksekusi yang dimulai bulan ini, sinergi antara pemangku kebijakan dan BUMD diharapkan dapat segera memberikan dampak langsung bagi kenyamanan dan keamanan mobilitas harian warga Sidoarjo.











