KaMedia – Suasana haru bercampur bahagia menyelimuti Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Senin (1/6) malam. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, turun langsung menyambut kepulangan 378 jemaah haji Kloter I asal Kabupaten Probolinggo yang baru saja menginjakkan kaki kembali di tanah air.
Namun, ada satu momen yang mencuri perhatian orang nomor satu di Jatim tersebut, proses pemulangan jemaah kini jauh lebih cepat berkat sentuhan teknologi mutakhir.
Jika biasanya proses pemulangan jemaah haji identik dengan antrean panjang pemeriksaan dokumen yang melelahkan, pemandangan berbeda terlihat malam itu. Begitu tiba, para jemaah langsung melewati gerbang digital canggih bernama Imigration Seamless Process Corridor Gate.
Gubernur Khofifah pun memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI ini.
“Ini adalah ekosistem digital yang luar biasa. Jemaah tidak perlu lagi mengantre lama atau repot-repot mengeluarkan paspor untuk dicap. Mereka hanya perlu berjalan melewati sensor yang akan mendeteksi iris mata. Prosesnya sangat cepat, namun tetap aman dan hati-hati (prudent),” ujar Khofifah dengan wajah sumringah.
Inovasi fast track pemulangan ini terbilang sangat eksklusif. Plt. Kepala Kanwil Kemenhaj Prov. Jatim, M. As’adul Anam, membeberkan bahwa fasilitas super cepat ini baru diterapkan di dua tempat di Indonesia, yaitu di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dan Bandara Internasional Juanda Surabaya.
Melihat kondisi fisik para jemaah yang baru mendarat, Gubernur Khofifah mengaku bersyukur karena sebagian besar dari mereka terlihat bugar dan memancarkan kebahagiaan.
“Alhamdulillah, kita menyambut para jemaah dalam keadaan fresh. Saya ibaratkan Kloter Pertama ini seperti Assabiqunal Awwalun—orang-orang pertama yang meraih kemenangan. Selamat datang kembali di tanah air, semoga menjadi haji yang mabrur dan mabruroh,” doa Khofifah hangat.
Namun, di tengah buncah kebahagiaan tersebut, suasana sempat berubah syahdu. Gubernur Khofifah mengajak seluruh jemaah dan petugas yang hadir untuk menundukkan kepala sejenak, mengirimkan doa dan rasa belasungkawa mendalam bagi jemaah haji asal Jawa Timur yang wafat di Tanah Suci.
Berdasarkan laporan dari Kemenhaj Jatim, pelaksanaan haji tahun 2026 ini secara umum berjalan jauh lebih baik, terutama dari segi layanan kesehatan. Khusus untuk Kloter I, tercatat satu orang jemaah wafat dan satu orang lainnya saat ini masih menjalani perawatan medis.
Di akhir sambutannya, Gubernur Khofifah menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan musim haji 2026, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan yang serba digital ini.
Ia berharap, kepulangan para jemaah haji ini tidak hanya membawa kebahagiaan bagi keluarga yang menjemput, tetapi juga membawa berkah serta menjadi teladan kebaikan di tengah masyarakat.











