HeadlineOlahragaSidoarjo

Jayandaru Vol. 1 Bikin Sidoarjo Bergetar, Deru Motor 2 Tak Hidupkan Ekonomi Hingga Wacana Sirkuit Herex

×

Jayandaru Vol. 1 Bikin Sidoarjo Bergetar, Deru Motor 2 Tak Hidupkan Ekonomi Hingga Wacana Sirkuit Herex

Sebarkan artikel ini
Bupati Sidoarjo Subandi yang hadir langsung dalam acara tersebut menilai dunia otomotif merupakan hobi kreatif yang memiliki dampak ekonomi nyata / Foto : Fifin Jun

KaMedia – Raungan khas mesin dua tak menggema di halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Lingkar Timur Sidoarjo, Minggu (31/5/2026). Ajang kontes modifikasi motor dua tak bertajuk Jayandaru Vol. 1 sukses menyedot perhatian ratusan pecinta otomotif dari berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa hobi tak sekadar soal gaya, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi.

Sebanyak 110 peserta dari berbagai kota di Jawa Timur hingga luar provinsi memamerkan motor-motor terbaik mereka. Deretan kendaraan legendaris yang sudah berusia puluhan tahun tampil memukau dengan kondisi prima. Tak sedikit yang terlihat seperti baru keluar dari showroom, hasil restorasi dan perawatan yang menguras waktu, tenaga, dan biaya.

Namun, dalam kontes ini, tampilan bukan satu-satunya penentu kemenangan. Keaslian kendaraan menjadi faktor penting yang mendapat bobot penilaian sekitar 30 persen. Penggunaan sparepart original dan komponen bawaan pabrik menjadi nilai plus yang diburu para peserta.

Tak hanya itu, seluruh motor yang mengikuti kontes juga wajib memiliki dokumen resmi berupa STNK dan BPKB yang masih berlaku. Langkah ini menjadi penegasan bahwa dunia modifikasi dapat berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap aturan.

Bupati Sidoarjo, Subandi, yang hadir langsung dalam acara tersebut menilai dunia otomotif merupakan hobi kreatif yang membawa dampak ekonomi nyata.

Menurutnya, setiap event modifikasi menciptakan efek berantai yang dirasakan banyak sektor usaha. Mulai dari bengkel, toko sparepart, jasa pengecatan, hingga pelaku UMKM yang berjualan di lokasi acara.

“Ini hobi yang kreatif dan positif. Ketika ada event resmi seperti ini, bengkel-bengkel mendapatkan pekerjaan karena para peserta ingin menampilkan motor terbaiknya. Dari situ muncul perputaran ekonomi yang ikut menggerakkan usaha masyarakat,” ujar Subandi.

Ratusan peserta dan pengunjung yang memadati lokasi juga menjadi berkah bagi para pedagang makanan, minuman, hingga penjual atribut otomotif. Berbagai kaos dan merchandise bertema Jayandaru Vol. 1 laris diburu pengunjung.

“Dari sebuah hobi bisa lahir aktivitas ekonomi yang melibatkan banyak sektor usaha,” tambahnya.

Antusiasme terhadap Jayandaru Vol. 1 terlihat dari luasnya jangkauan peserta. Selain berasal dari Sidoarjo, Surabaya, Gresik, Pasuruan, Mojokerto, Madiun, Malang, Jombang, dan Madura, sejumlah peserta juga datang dari luar Jawa Timur seperti Semarang, Ambon, hingga Banjarmasin.

Suasana semakin semarak dengan hiburan Orkes Dangdut Simpatik Musik yang menghibur pengunjung sepanjang acara. Panitia juga membagikan berbagai doorprize menarik dengan hadiah utama satu unit Kawasaki Ninja 2 Tak, yang menjadi incaran banyak peserta.

Dengan biaya registrasi Rp135 ribu, peserta sudah mendapatkan T-shirt resmi, stiker acara, dan kupon undian doorprize.

Di balik kemeriahan Jayandaru Vol. 1, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo ternyata menyiapkan langkah yang lebih besar. Kepala Disporapar Sidoarjo, Yudi Iriyanto, mengungkapkan rencana pembangunan sirkuit khusus komunitas herex yang saat ini telah masuk tahap perencanaan.

Sirkuit tersebut ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027 di atas lahan sekitar 20 hektare. Kehadirannya diharapkan menjadi wadah legal dan aman bagi komunitas otomotif untuk menyalurkan hobi serta kemampuan balap mereka.

“Tujuannya memberikan ruang bagi anak-anak muda dan komunitas herex agar bisa menyalurkan hobinya di tempat yang aman dan legal,” kata Yudi.

Konsep sirkuit nantinya akan berbasis event dengan jadwal latihan dan kompetisi tertentu. Selain menjadi sarana pembinaan, keberadaan sirkuit juga diharapkan mampu menekan praktik balap liar yang masih kerap terjadi di jalan umum.

Jayandaru Vol. 1 akhirnya bukan sekadar ajang memamerkan motor lawas. Lebih dari itu, kegiatan ini menunjukkan bahwa dunia otomotif mampu menjadi ruang kreativitas, penggerak ekonomi, sekaligus jembatan menuju pembinaan balap yang lebih tertib dan profesional di Sidoarjo.