KaMedia – Anak-anak dan kelompok rentan di Jawa Timur selama ini terlalu sering menjadi korban janji-janji manis tanpa aksi nyata. Hari ini, PLN Group Jawa Timur dan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur membuktikan bahwa kolaborasi bukan sekadar retorika: hadir Omah Terapi-KU, layanan terapi gratis dan berkelanjutan yang langsung menyentuh mereka yang paling membutuhkan.
Gubernur Khofifah Indar Parawansa tegas: “Omah Terapi-KU bukan sekadar proyek simbolik. Ini layanan nyata bagi anak-anak maupun dewasa yang membutuhkan pendampingan terapi, yang selama ini sering diabaikan.”
PLN bergerak lebih dari sekadar menyediakan listrik: rehabilitasi gedung, pengecatan, pembangunan kanopi, penataan area layanan, dan fasilitas terapi lengkap. Semua dilakukan agar ruang terapi tidak hanya layak, tapi menghormati martabat penerima manfaat. Tidak ada slogan kosong di sini hanya aksi.
Kepala Dinas Sosial Dra. Restu Novi Widiani menegaskan: “Omah Terapi-KU hadir karena kita tidak bisa terus menunggu sistem yang lamban. Anak-anak dan kelompok rentan membutuhkan tindakan sekarang, bukan nanti. Layanan ini sudah berjalan di Sidoarjo dan Malang, dari fisioterapi hingga terapi psikologis.”
Ahmad Mustaqir, GM PLN UID Jawa Timur, menambahkan: “Kami tidak hanya menyalakan lampu rumah. Kami menyalakan harapan. Kami hadir untuk membuktikan bahwa PLN bisa menerangi seluruh aspek kehidupan masyarakat—dari listrik hingga kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan. Aksi, bukan kata-kata, yang kita bawa hari ini.”
Dengan Omah Terapi-KU, PLN dan Pemprov Jatim menantang semua pihak yang hanya bisa bicara tanpa tindakan. Layanan ini mudah diakses, profesional, dan langsung berdampak nyata. Ini bukan proyek sekali jalan: ini model kolaborasi yang seharusnya ditiru, menghadirkan janji kesejahteraan menjadi kenyataan.
PLN Group Jawa Timur menekankan: sinergi ini bukan untuk pencitraan, tapi untuk hasil nyata menerangi kehidupan warga Jawa Timur dengan tindakan, bukan sekadar kata-kata.











