KaMedia – Alun-Alun Jayandaru kini tampil lebih segar usai direvitalisasi dengan anggaran sekitar Rp24,6 miliar. Ruang publik kebanggaan warga Sidoarjo ini diharapkan menjadi titik temu yang nyaman bagi masyarakat dari berbagai kalangan.
Namun di balik wajah barunya, tantangan menjaga kenyamanan bersama masih jadi pekerjaan rumah. Saat kegiatan Car Free Day, Minggu (3/5), Sekretaris Daerah Sidoarjo, Fenny Apridawati, menyoroti masih adanya pengunjung yang membuang sampah sembarangan.
Ia mengingatkan pentingnya kesadaran kolektif agar fasilitas yang sudah dibangun bisa dinikmati dalam jangka panjang. “Kami berharap masyarakat tidak merusak fasilitas dan lebih disiplin membuang sampah pada tempatnya,” ujarnya.
Selain soal kebersihan, Fenny juga menyinggung kenyamanan pengunjung terkait aktivitas merokok. Ia berharap para perokok bisa lebih menghormati pengunjung lain dengan menggunakan area yang telah disediakan.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Vira Murti Krida Lasmie, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan di lapangan. Teguran persuasif masih menjadi langkah utama, sembari mengevaluasi fasilitas secara bertahap.
“Kami berharap pengunjung bisa merokok di area yang diperbolehkan dan saling mengingatkan untuk menjaga kebersihan,” jelasnya.
Dengan fasilitas yang semakin lengkap, Alun-Alun Jayandaru punya potensi besar menjadi ruang publik yang hidup dan nyaman. Kini, kuncinya ada pada kesadaran bersama—karena ruang publik yang baik bukan hanya dibangun, tapi juga dijaga.





