EkonomiHeadlineSurabaya

Ketika Rel Menjadi Kanvas: Kereta Kartini Mengantar Kisah Perempuan di Perjalanan

×

Ketika Rel Menjadi Kanvas: Kereta Kartini Mengantar Kisah Perempuan di Perjalanan

Sebarkan artikel ini

KaMedia – Pagi itu, suasana di stasiun terasa sedikit berbeda. Di antara hiruk pikuk penumpang yang bersiap berangkat, sebuah rangkaian kereta tampil mencuri perhatian. Bukan sekadar alat transportasi, kereta itu berubah menjadi kanvas berjalan, membawa warna, cerita, dan semangat perempuan Indonesia dalam setiap lajunya.

Di momen Hari Kartini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Daerah Operasi 8 Surabaya menghadirkan kereta dengan livery khusus yang tak hanya indah dipandang, tetapi juga sarat makna. Berkolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif dan seniman muda Erika Richardo, karya ini menjelma menjadi ruang ekspresi yang bergerak melintasi kota.

Kereta tersebut menjadi bagian dari perjalanan KA Argo Semeru relasi Surabaya–Jakarta, jalur padat yang setiap harinya membawa ribuan cerita. Kini, di sepanjang lintasan itu, hadir pula kisah tentang keberanian, mimpi, dan perjuangan perempuan.

Warna-warna cerah dengan ilustrasi khas menghiasi badan kereta. Sosok perempuan digambarkan kuat namun lembut, seakan merepresentasikan semangat Raden Ajeng Kartini yang tak lekang oleh waktu. Di sela visual, terselip pesan sederhana namun dalam: tentang perempuan hebat yang berani bermimpi dan mewujudkannya.

Bagi Erika Richardo, proyek ini bukan sekadar karya visual. Ini adalah perjalanan, dari ruang digital menuju kehidupan nyata.

“Aku ingin karya ini hadir di perjalanan banyak orang. Semoga setiap yang melihat bisa merasakan kedekatan dengan kreativitas Indonesia sekaligus semangat perempuan yang diangkat,” tuturnya.

Tak hanya karya utama, karakter-karakter lokal seperti Starla, Miyu, Ripple, hingga Dripsy ikut menghiasi kereta. Kehadiran mereka memberi sentuhan ringan dan akrab, seolah mengajak penumpang tersenyum di tengah perjalanan panjang.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyebut inisiatif ini sebagai upaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih bermakna.

“Ini bukan sekadar perjalanan. Kami ingin kereta menjadi bagian dari cerita dan semangat positif masyarakat,” ujarnya.

Lebih dari itu, kolaborasi ini juga menjadi jembatan antara dunia transportasi dan industri kreatif. KAI menghadirkan ruang, pemerintah membuka akses, dan seniman mengisi dengan imajinasi, sebuah sinergi yang mempertemukan mobilitas dengan makna.

Di tengah laju kereta yang tak pernah berhenti, livery Kartini ini menjadi pengingat bahwa perjalanan bukan hanya tentang tujuan. Ia juga tentang nilai yang dibawa, pesan yang disampaikan, dan inspirasi yang ditinggalkan.

Dan mungkin, bagi sebagian penumpang, perjalanan hari itu terasa sedikit berbeda, lebih hangat, lebih berwarna, dan lebih bermakna.

Ekonomi

KaMedia – Pagi itu, suasana di Stasiun Surabaya Gubeng terasa berbeda. Di antara lalu-lalang penumpang yang bergegas mengejar jadwal keberangkatan, hadir sentuhan hangat yang tak biasa, senyum ramah para petugas…