EkonomiGaya HidupHeadlineJatim

Lapas Porong Hijaukan Harapan Lewat Program Ketahanan Pangan

×

Lapas Porong Hijaukan Harapan Lewat Program Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini

KaMedia – Di balik tembok Lapas Kelas I Surabaya di Porong, geliat kehidupan tumbuh dari tanah yang digarap dengan penuh ketekunan. Hamparan hijau tanaman bukan sekadar pemandangan, melainkan wujud nyata upaya membangun kemandirian, baik bagi lembaga maupun warga binaan di dalamnya.

Program ketahanan pangan yang dijalankan lapas ini terus dikembangkan sebagai bagian dari dukungan terhadap kebijakan pemerintah. Namun lebih dari itu, program ini juga menjadi sarana pembinaan keterampilan yang memberi nilai tambah bagi para narapidana.

Kepala Lapas Kelas I Surabaya Porong, Sohibur Rachman, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan tindak lanjut arahan pemerintah melalui Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Ia menegaskan pentingnya peran semua pihak dalam menyukseskan ketahanan pangan nasional.

Di lingkungan lapas, berbagai komoditas pertanian telah dibudidayakan. Terong, cabai, tomat, hingga jagung tumbuh di lahan seluas sekitar 5.800 meter persegi yang tersebar di area depan dan belakang. Tak hanya itu, pengembangan juga terus dilakukan dengan menyiapkan lahan dua hektare untuk penanaman pepaya California.

“Alhamdulillah, meskipun skalanya belum besar, kegiatan ini rutin kami lakukan dan sudah beberapa kali panen,” ujarnya, Minggu (12/4).

Bagi warga binaan, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas. Mereka dilibatkan langsung dalam seluruh proses pertanian, mulai dari menanam, merawat, hingga memanen. Keterlibatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian dan keterampilan yang kelak bisa dimanfaatkan setelah mereka kembali ke masyarakat.

Hasil panen yang diperoleh pun tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan di dalam lapas. Sebagian hasilnya dijual kepada masyarakat dengan harga terjangkau. Bahkan, pihak lapas juga mendorong agar produk tersebut dapat dipasarkan melalui bazar, sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan.

Sohibur turut mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, khususnya melalui kunjungan Asisten II Setda Bidang Perekonomian dan Pembangunan. Menurutnya, perhatian tersebut menjadi sinyal positif dalam memperkuat sinergi ke depan.

Sementara itu, Asisten II Setda Sidoarjo, Bahrul Amig, menilai program ini sebagai langkah konkret yang patut didukung. Selain memperkuat ketahanan pangan, program ini juga memiliki nilai strategis dalam membina warga binaan.

“Ini sangat positif, tidak hanya soal pangan, tetapi juga bagaimana menyiapkan mereka agar memiliki keterampilan ketika kembali ke masyarakat,” katanya.

Ke depan, program ini diharapkan terus berkembang dan menjadi bekal nyata bagi para narapidana. Di Lapas Porong, ketahanan pangan tidak hanya berhenti pada hasil panen, tetapi juga menjadi jalan menuju kemandirian dan kesempatan untuk memulai kehidupan baru.