KaMedia – Ulang tahun ke-37 bukan sekadar seremoni bagi Deltras FC. Di balik perayaan, terselip pesan keras dari CEO Amir Burhannudin, berhenti hanya bicara, saatnya semua turun tangan.
Amir membuka dengan nada jujur, bahkan cenderung menyentil. Target promosi musim ini gagal. Manajemen tak berkelit.
“Selamat ulang tahun ke-37. Sekaligus kami minta maaf, karena belum mampu membawa tim promosi,” tegasnya.
Namun, permintaan maaf itu bukan bentuk menyerah. Justru jadi titik tekan membangun klub bukan kerja instan. Amir blak-blakan. Ia menilai banyak pihak merasa memiliki, tapi minim kontribusi nyata.
“Semua stakeholder harus punya rasa memiliki. Tidak bisa hanya keinginan dan bicara di sosial media,” sindirnya tajam.
Pesannya jelas, Deltras tidak bisa dibangun dengan opini, tapi dengan aksi dan uang. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kekuatan tim, ekosistem bisnis, dan dukungan finansial. Lebih jauh, ia juga mengingatkan suporter agar tidak berjalan sendiri dengan ego masing-masing.
“Kami tidak bisa sendiri. Suporter juga tidak boleh semaunya. Semua harus logis, rasional, tidak emosional,” lanjutnya.
Di poin kedua, Amir menggeser arah, Deltras harus lebih dari sekadar klub, harus jadi entitas bisnis yang hidup. Menurutnya, Deltras FC siap membuka diri sebagai mitra bagi pelaku usaha di Sidoarjo. Targetnya jelas prestasi naik, ekonomi bergerak.
Ini sinyal bahwa masa depan klub tak lagi hanya bergantung pada hasil di lapangan, tapi juga kekuatan finansial di luar stadion.
Pesan ketiga tak kalah penting dan sensitif. Amir menyinggung potensi euforia berlebihan yang bisa merusak citra klub.
“Silakan euforia, tapi tetap jaga ketertiban dan toleransi,” ujarnya.
Pernyataan ini seolah jadi alarm dini loyalitas tanpa kontrol justru bisa jadi bumerang. Di usia 37 tahun, Deltras FC bukan klub kemarin sore. Sejarah panjang sudah dilalui dari masa kejayaan hingga jatuh ke kasta bawah.
Mulai dari 8 besar Divisi Utama 2007, runner-up 2009, hingga terjerembab ke Liga 3 pada 2014, jadi bukti perjalanan yang tak selalu mulus. Namun dalam dua musim terakhir, Deltras kembali menunjukkan denyut hidup, dua kali menembus 8 besar Liga 2. Kini, pesan Amir jadi garis tegas kalau ingin naik kelas, semua harus berubah.
“Ke depan kita harus melangkah lebih erat. Semua harus punya rasa memiliki. Kami tidak bisa sendiri,” tutupnya.











