JatimNasionalOlahraga

Widodo “Naik Level”, Deltras Cuma Jadi Batu Loncatan? Garudayaksa Diduga Sudah Siapkan Karpet Merah

×

Widodo “Naik Level”, Deltras Cuma Jadi Batu Loncatan? Garudayaksa Diduga Sudah Siapkan Karpet Merah

Sebarkan artikel ini
Pelatih Deltras Widodo Cahyono Putro / Foto : Fifin Jun

KaMedia – Keputusan mengejutkan datang dari manajemen Deltras FC yang dengan penuh “keikhlasan profesional” melepas sang nahkoda, Widodo Cahyono Putro, di tengah panasnya putaran ketiga Pegadaian Championship. Bersama asistennya, Agam Haris Pambudi, Widodo resmi dipersilakan “naik kelas” mencari tantangan baru, yang tentu saja lebih menggoda daripada sekadar bertahan di lima besar.

CEO klub, Amir Burhannudin, dengan nada diplomatis menjelaskan bahwa keputusan ini diambil atas dasar “kesepakatan bersama”. Bahasa halusnya, semua pihak tahu ini cuma soal waktu sebelum Widodo dilirik klub lain yang lebih ambisius atau mungkin lebih siap secara “fasilitas”.

Ironisnya, Widodo masih terikat kontrak tiga musim. Tapi seperti hukum tak tertulis sepak bola, kalau performa bagus, kontrak hanyalah formalitas yang bisa dinegosiasikan sambil ngopi.

Selama di Deltras, Widodo memang bukan pelatih kaleng-kaleng. Dari membawa tim ke 8 besar, mencetak promosi di klub lain, hingga menjaga Deltras tetap kompetitif musim ini, rekam jejaknya cukup untuk bikin klub lain pasang radar. Tak heran jika kini rumor kencang menyebut ia lebih memilih merapat ke Garudayaksa, kompetitor yang diam-diam siap menikung.

Sementara itu, Deltras harus cepat move on. Posisi head coach sementara diisi oleh Nurul Huda sebagai caretaker, dengan Hariono ikut naik jabatan jadi asisten. Solusi darurat yang terdengar seperti “yang penting jalan dulu, urusan nanti belakangan.”

Di balik pernyataan manajemen yang terdengar bijak, publik tentu bertanya-tanya ini murni “kesempatan karier”, atau Deltras memang kalah cepat mengamankan aset berharganya?

Satu hal yang pasti, di dunia sepak bola Indonesia, loyalitas sering kalah cepat dari peluang. Dan kali ini, Widodo tampaknya sudah memilih jalanna, meninggalkan Deltras dengan senyum profesional, dan mungkin sedikit rasa “ya sudahlah.”

 

*) Oleh Fifin Junaidi : Jurnalis Olahraga di Sidoarjo