KaMedia – Suasana Minggu sore di Kedai Tepi Jalan, Sidoarjo, terasa berbeda. Aroma nasi hangat dan tumpeng yang baru disiapkan bercampur dengan tawa riang anak-anak. Di tempat sederhana itulah, sekelompok anak muda dari berbagai agama berkumpul, bukan sekadar untuk berbuka puasa, tetapi untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak jalanan dan yatim piatu.
Sekitar puluhan anak hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka adalah anak-anak binaan Save Street Child (SSC) Sidoarjo, sebuah komunitas yang selama ini secara sukarela mendampingi dan mengajar anak-anak jalanan. Sore itu, wajah mereka tampak penuh antusias, menunggu waktu berbuka sambil bercanda dan berbincang dengan para relawan muda yang datang.
Di atas meja, nasi kotak dan nasi tumpeng tersaji sederhana. Namun bagi anak-anak yang hadir, hidangan itu terasa istimewa karena disantap bersama orang-orang yang datang membawa perhatian dan kasih.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Muhammad Suaib, pengusaha elektronik di Sidoarjo yang dikenal memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial di Kota Delta. Kehadirannya menambah semangat anak-anak yang mengikuti acara. Ia turut berbincang dan berbaur dengan mereka, membuat suasana semakin hangat.
Penggerak kegiatan, yang akrab disapa Mas Ceng, mengatakan bahwa acara ini lahir dari kepedulian anak-anak muda terhadap mereka yang hidup dalam keterbatasan. Baginya, Ramadan adalah waktu yang tepat untuk menumbuhkan empati dan kebersamaan.
“Sedikit kebaikan bisa membuat perut kenyang dan hati senang. Ini salah satu cara kami berbagi di bulan Ramadan,” ujarnya.
Bagi para relawan, buka bersama ini bukan sekadar acara makan. Ini adalah ruang perjumpaan, tempat di mana perbedaan agama, latar belakang, dan kehidupan melebur menjadi satu dalam semangat kemanusiaan.
Anak-anak tertawa, saling berbagi cerita, dan menikmati setiap suapan. Sementara para relawan memandang mereka dengan harapan sederhana: semoga kebahagiaan kecil hari itu bisa menjadi kenangan hangat yang mereka bawa pulang.
Kegiatan buka bersama ini diharapkan menjadi awal dari rangkaian gerakan sosial anak muda di Sidoarjo. Lebih dari sekadar memberi makan, mereka ingin menularkan semangat berbagi, bahwa kebaikan, sekecil apa pun, selalu punya cara untuk menyatukan manusia.











