KaMedia – Ramadhan 1447 H menjadi momen penuh makna bagi ratusan warga penyintas banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Di tengah suasana pemulihan pascabencana yang belum sepenuhnya usai, kepedulian hadir melalui empat titik dapur umum yang didirikan oleh NU Care-LAZISNU Jawa Timur.
Langkah ini bukan sekadar menghadirkan makanan untuk sahur dan berbuka, melainkan juga menguatkan harapan di tengah keterbatasan. Empat dapur umum tersebut tersebar di Desa Kota Lintang Bawah, Desa Banai, Desa Menanggini, serta satu titik tambahan di wilayah Aceh Timur.
Anggota tim Dapur Umum, Ahmad Syaiful, menjelaskan bahwa distribusi logistik difokuskan untuk menjamin operasional dapur selama hari-hari awal Ramadhan. Kebutuhan pokok diproyeksikan mencukupi hingga empat hari ke depan, khususnya untuk penyediaan sahur dan buka bersama warga terdampak.
Bantuan yang disalurkan meliputi 60 dus mi instan yang dibagi rata ke empat lokasi, beras kemasan 25 kilogram dan 5 kilogram, minyak goreng, bumbu penyedap, serta garam. Tak hanya bahan pangan, perlengkapan dapur juga disiapkan, seperti kompor dua tungku, kompor jos satu tungku, blender, hingga satu unit rice cooker.
Di dapur-dapur sederhana itulah, relawan dan warga bergotong royong menyiapkan hidangan. Asap yang mengepul setiap sore menjadi penanda kehidupan perlahan kembali bergerak.
Meski kebutuhan dasar telah terpenuhi, masih terdapat sejumlah kekurangan, terutama untuk dapur umum di wilayah Aceh Timur. Tambahan kompor dua tungku, blender, minyak goreng, serta bumbu dan garam masih dibutuhkan agar pelayanan dapat berjalan optimal.
Manajer Program LAZISNU Jatim, M Risal Syarifuddin, menyampaikan bahwa kekurangan tersebut akan segera dilengkapi melalui penganggaran lanjutan yang telah dirapatkan sebelumnya. Komitmen untuk terus hadir menjadi bagian dari ikhtiar panjang mendampingi masyarakat hingga benar-benar pulih.
Tak berhenti pada layanan dapur umum, LAZISNU Jatim juga menyiapkan program pembagian paket pakaian layak pakai dan perlengkapan Ramadhan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Program ini diharapkan dapat menghadirkan kebahagiaan sederhana bagi keluarga-keluarga yang masih berjuang membangun kembali kehidupan mereka.
Sebagaimana diketahui, banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 melanda 12 kecamatan dan merusak sekitar 58 ribu bangunan di Aceh Tamiang. Hingga kini, wilayah tersebut masih berada dalam tahap pemulihan.











