EkonomiHeadlineJatimNasional

Menunggu Langit Membuka Jalan: Cerita Di Balik Pengalihan 19 Penerbangan Di Bandara Juanda

×

Menunggu Langit Membuka Jalan: Cerita Di Balik Pengalihan 19 Penerbangan Di Bandara Juanda

Sebarkan artikel ini
Bandara Internasional Juanda / Foto : Ist.

KaMedia – Mendung menggantung rendah di atas Bandara Internasional Juanda, Minggu (4/1/2026) sore. Sejak pukul 15.45 WIB, cuaca berubah cepat. Awan gelap, hujan, dan jarak pandang yang menurun memaksa pilot dan petugas navigasi mengambil satu keputusan penting: keselamatan adalah segalanya.

Sebanyak 19 penerbangan yang seharusnya mendarat di Juanda tak bisa melanjutkan rencana awal. Pesawat-pesawat itu berbelok arah, mencari landasan yang lebih bersahabat. Ada yang menuju Denpasar, Semarang, Lombok, hingga Yogyakarta. Di udara, keputusan diambil dalam hitungan menit. Di darat, ribuan penumpang mulai bertanya-tanya.

“Akibat kondisi cuaca tersebut, tercatat sebanyak 19 penerbangan tujuan Bandara Internasional Juanda melakukan divert ke beberapa bandara alternatif,” ujar General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir.

Bagi sebagian penumpang, pengalihan ini berarti penantian lebih panjang. Ada yang harus mengabari keluarga, ada pula yang menyesuaikan kembali agenda. Namun di balik itu, roda operasional bandara tetap bergerak. Runway, apron, dan terminal Juanda tidak lumpuh. Semua tetap siaga, menunggu cuaca memberi izin.

Di ruang kendali, koordinasi dilakukan tanpa henti. Tim bandara berkomunikasi intensif dengan AirNav Indonesia, BMKG, dan maskapai penerbangan. Setiap pembaruan cuaca dipantau, setiap keputusan dipastikan berpijak pada standar keselamatan.

“Saat ini fasilitas bandara tetap beroperasi normal. Kami terus memantau perkembangan cuaca untuk memastikan kelancaran layanan,” kata Tohir.

Tak berhenti di sana, bandara dan maskapai menyiapkan langkah lanjutan. Jadwal penerbangan disesuaikan, pelayanan penumpang diatur ulang sesuai ketentuan. Bagi pengelola, ini bukan sekadar soal pesawat dan jadwal, tetapi juga tentang menjaga kepercayaan publik.

Menjelang sore, cuaca perlahan membaik. Langit mulai membuka jalan, satu per satu penerbangan kembali diatur. Bandara Internasional Juanda pun mengimbau penumpang untuk terus memantau informasi dari maskapai dan mengikuti arahan petugas.

Di hari itu, langit memang sempat menutup jalur. Namun di balik awan gelap, ada kerja sunyi yang memastikan setiap perjalanan tetap berakhir dengan selamat.