EkonomiHeadlineJatim

Dari Pesantren untuk Dunia: Gubernur Khofifah Resmikan OPOP Training Center ITS, Produk Santri Siap Tembus Pasar Lebih Luas

×

Dari Pesantren untuk Dunia: Gubernur Khofifah Resmikan OPOP Training Center ITS, Produk Santri Siap Tembus Pasar Lebih Luas

Sebarkan artikel ini

KaMedia – Upaya menguatkan ekonomi pesantren di Jawa Timur memasuki babak baru. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan OPOP Training Center (OTC) di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, sebagai ruang tumbuh bagi produk pesantren agar lebih inovatif, modern, dan berdaya saing.

Peresmian yang berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi itu menjadi bukti bahwa pesantren tidak lagi dipandang sekadar pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga motor penggerak ekonomi umat. Melalui OTC, para pelaku usaha OPOP akan didampingi mulai dari desain produk, pengemasan, pemanfaatan teknologi dan AI, hingga sertifikasi halal dan manajemen bisnis.

“Pesantren punya potensi besar. Dengan sentuhan teknologi dan inovasi, produk-produk pesantren bisa naik kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Khofifah.

Khofifah menekankan, kolaborasi dengan ITS menjadi kekuatan penting agar produk pesantren tidak hanya layak jual, tetapi juga memiliki kualitas dan tampilan yang kompetitif. Ia berharap, ke depan produk OPOP dibeli bukan karena rasa kasihan, melainkan karena kualitasnya memang unggul.

Rektor ITS Bambang Pramujati menyampaikan bahwa keberadaan OPOP Training Center sejalan dengan komitmen ITS dalam memberdayakan masyarakat. Menurutnya, pesantren adalah bagian penting dari perjalanan bangsa yang layak mendapat dukungan inovasi dan teknologi.

“OPOP bukan hanya program pemberdayaan, tapi juga inovasi sosial. Kami ingin pesantren mandiri dan produknya diterima pasar secara profesional,” ujarnya.

Melalui OPOP Training Center ITS, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pesantren diharapkan terus tumbuh. Dari Surabaya, produk pesantren Jawa Timur kini melangkah lebih percaya diri, siap bersaing, dan membawa nilai-nilai kearifan lokal ke panggung yang lebih luas.