KaMedia – Setelah sempat sepi selama libur puasa dan Lebaran, suasana di Taman Edukasi Bencana milik BPBD Jawa Timur kini kembali hidup. Tawa dan semangat anak-anak kembali memenuhi area Tenda Pendidikan Bencana (Tenpina), menandai dimulainya lagi kunjungan edukatif dari sekolah-sekolah.
Pekan ini, dua sekolah dari Sidoarjo membuka kembali rangkaian kunjungan. Mulai dari TK Al-Fajar Sedati hingga KB-TK Anak Sholeh Sukodono yang datang pada Selasa (31/3), membawa puluhan siswa yang siap belajar sambil bermain.
Sekitar 80 siswa KB-TK Anak Sholeh tampak antusias sejak awal. Kegiatan dimulai di aula Tenpina, di mana mereka dikenalkan berbagai jenis bencana yang sering terjadi di Jawa Timur. Tapi yang paling ditunggu tentu saja sesi praktik, belajar jadi jauh lebih seru saat anak-anak diajak mencoba langsung simulasi gempa dan tsunami lewat Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana.
Petualangan edukasi ini berlanjut ke berbagai wahana, mulai dari simulator gempa bumi, area terbuka Tenpina, hingga Mini Zoo dan Taman Baca Tangguh. Di sini, belajar tidak terasa seperti di kelas, anak-anak diajak mendengarkan dongeng kebencanaan, menonton video, hingga membaca buku dengan cara yang menyenangkan.
Perwakilan BPBD Jatim, Deni Kiki Melia Tamara, mengaku senang melihat aktivitas kembali ramai. Ia berharap semakin banyak sekolah datang, sehingga edukasi kebencanaan bisa menjangkau lebih luas, terutama bagi anak-anak sebagai kelompok rentan.
Hal senada disampaikan Kepala Sekolah KB-TK Anak Sholeh, Ida Rislina. Menurutnya, anak-anak terlihat sangat menikmati pengalaman ini, terutama saat mencoba simulator gempa yang memberi sensasi nyata namun tetap aman.
Menariknya, sepanjang April ini sudah ada sedikitnya 13 sekolah dan komunitas pendidikan yang dijadwalkan berkunjung. Jumlah tersebut masih bisa bertambah, seiring tingginya minat sekolah untuk mengenalkan kesiapsiagaan bencana sejak dini.
Belajar bencana kini tak lagi menegangkan, di Tenpina, semua dikemas jadi pengalaman seru, interaktif, dan penuh makna.











